Unggas lokal dapat menjadi kunci untuk kemandirian pembibitan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam mendukung peningkatan konsumsi daging ayam per kapita dalam negeri, selain melalui komoditas ayam ras, bisa juga menggunakan ayam lokal. Penyediaan ayam ras di Indonesia masih sepenuhnya bergantung pada pembibit dan perusahaan dari luar negeri seperti Hendrix Genetic dan Aviagen. Perusahaan penyedia bibit tersebut merupakan perusahaan yang sudah sangat lama berkecimpung di dunia pembibitan unggas dunia. Sehingga jika di waktu yang akan datang Indonesia ingin memiliki galur murni tersendiri untuk ayam ras, maka diperlukan waktu yang sangat panjang dan biaya yang tidak sedikit.
Menurut Dr. Asep Anang yang merupakan Dosen Genetika pada Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, mengatakan bahwa jika Indonesia ingin membuat galur murni di masa yang akan datang diperlukan beberapa langkah strategis. Salah satunya dengan memperbanyak praktisi, akademisi, maupun peneliti yang mau terlibat dalam proses ini. Asep menambahkan, untuk memproduksi sendiri galur murni asli Indonesia, faktor kuncinya justru terletak pada sumber galur murni yang hendak dilakukan proses pemurnian dan pemuliaan. Sehingga menurut Asep Anang, kerja sama dengan perusahaan pembibitan adalah hal yang sangat mungkin jika memang ingin benar benar mendapatkan galur murni.
Achmad Dawami selaku Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) juga menyampaikan hal yang serupa terkait dengan kemandirian pembibitan ayam ras nasional. Jika Indonesia ingin bergerak ke arah kemandirian bibit, maka harus ada langkah dan persiapan yang jelas untuk bergerak ke arah kemandirian bibit, jika dilakukan secara tergesa-gesa, justru akan menimbulkan inefisiensi nasional.
Baca Juga: ISPI Bahas Isu Kemandirian Produksi Bibit Broiler
Dawami berujar, daripada melakukan pengembangan ke arah ayam ras pedaging maupun petelur, ia menyarankan agar pembibitan diarahkan ke pengembangan sumber daya lokal seperti ayam lokal. Hal lain yang juga harus dipikirkan adalah konsumsi untuk komoditas daging ayam dan telur itu harus dapat ditingkatkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan konsumsi komoditas hasil unggas, misalnya memotong rantai distribusi dan peningkatan efisiensi di setiap rantai budi daya unggas.
Cita-cita besar tersebut tentunya tidak dapat serta merta terlaksana tanpa adanya sinergi dari berbagai pihak. Pihak pelaku usaha tentunya membutuhkan peran dari pemerintah untuk membantu meningkatkan konsumsi produk hewani. “Kita itu berharap bahwa suatu saat peternak itu untung, akan tetapi konsumen juga mendapat manfaat dengan harga yang terjangkau. Hanya saja untuk mencapai ke sana harus ada dukungan dari kementerian yang lain seperti jagung yang murah dan perizinan usaha yang mudah,” tutup Dawami.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Masa Depan Perunggasan Indonesia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153