POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memberangkatkan bantuan bagi korban bencana banjir di Aceh menggunakan kapal laut dengan dukungan TNI Angkatan Laut. Pengiriman ini merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya bantuan kemanusiaan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dan telah tiba di Aceh pada hari sebelumnya.
Dalam arahannya, Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, terutama Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), atas dukungan penuh dalam proses distribusi logistik bantuan.
Selain itu Amran juga memberikan apresiasi kepada mitra kerja yang telah bergotong royong memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak bencana alam tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak KASAL dan mitra kementan yang sudah menyalurkan bantuan. Ini adalah bentuk tanggung jawab, kami kawal bantuan ini sampai tujuan,” ujarnya pada awak media saat sedang mengawal bantuan di Tanjung Priok pada Jumat, (5/12).
Sebanyak 207 truk berisi berbagai kebutuhan pokok diberangkatkan, terdiri dari makanan instan, minyak goreng, susu, hingga berbagai bantuan lainnya. Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil gotong-royong mitra strategis Kementan, para pengusaha, serta pegawai Kementerian Pertanian.
“Kami bertanggung jawab penuh. Jangan sampai ada yang disalahgunakan, ini adalah tabungan akhirat banyak orang, kita harus amanah” tegasnya.
Petugas Kementan juga disiagakan di Aceh untuk memastikan seluruh barang diterima dengan baik oleh BNPB. Proses penyerahan dilakukan disertai bukti foto dan berita acara serah terima.
Selain bantuan dari mitra dan pegawai, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa 44.000 ton beras dan 6.000 ton minyak goreng.
Kementan memastikan bahwa stok pangan di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya yang terdampak mencukupi. Aceh tercatat memiliki surplus beras mencapai 871 ribu ton, tetapi tantangannya muncul pada distribusi di lapangan yang terhambat karena putusnya akses jalan di beberapa titik.
Amran juga menyampaikan bahwa dalam situasi darurat, Kementan memastikan penyaluran dilakukan cepat. Ketika Wakil Gubernur Aceh meminta bantuan minyak goreng dan beras secara mendadak, Kementan langsung menginstruksikan Bulog untuk mengeluarkan barang tanpa menunggu surat resmi.
“Yang penting tanggung jawab. Suratnya menyusul tidak apa apa. Karena ini situasi darurat,” ungkapnya.
Hal serupa juga dilakukan saat tim Kementan berbelanja kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara senilai sekitar Rp3 miliar karena banyak toko tutup akibat situasi keamanan.
Bantuan dari pengusaha dan pegawai Kementan hingga saat ini bernilai sekitar Rp75 miliar dalam bentuk barang maupun uang. Seluruhnya dikawal langsung hingga diterima oleh pihak yang membutuhkan.
Amran menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,7 juta ton, yang mana tertinggi sejak Indonesia merdeka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang banyak mengandalkan impor, stok kali ini sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri.
“Pangan adalah yang utama. Presiden memantau harian apakah bantuan sudah tiba dan bagaimana kondisi saudara kita di sana,” jelasnya.
Kementan menyiapkan bantuan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa terjadi perebutan di lapangan. Sabna