Ekspor produk obat hewan ke Korea Selatan
POULTRYINDONESIA, Tangerang Selatan – Situasi obat hewan dunia yang bergerak dinamis tak menyurutkan PT Nutricell Pasific untuk melakukan ekspor produk obat hewan miliknya ke Korea Selatan.
Sueadi Sunanto selaku CEO Nutricell Pasific menyatakan, “Nutricell berkomitmen untuk menghadirkan produk obat hewan yang memenuhi standar kualitas global, adanya pelarangan penggunaan antibiotik dan penggunaan obat yang lebih bertanggung jawab menjadi peluang bagi kami,” kata Suaedi.
Nutricell Pasific sebagai produsen lokal yang telah memasuki pasar Eropa dan Asia dan sudah banyak melakukan penelitian dan bekerjasama dengan berbagai instansi maupun akademisi dapat menghasilkan produk berkualitas.
 Kami menghadirkan produk obat hewan yang memenuhi standar kualitas global Kualitas produk, ketelusuran (traceability), standar keamanan pangan serta standar keberlangsungan (sustainability),” ungkap Suaedi pada Seremonial Pelepasan Ekspor ke Korea Selatan, Senin (13/9).
Baca juga : Perdana Ekspor Chicken Nugget ke Bangladesh
Produk obat hewan (Nutrifat Ca-84) dari Nutricell Passific sebanyak 28 Ton dengan nilai USD 254.800 atau sekitar 3,6 Milyar Rupiah secara resmi dilepas oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Ir Nasrullah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah memberikan apresiasinya kepada PT. Nutricell Pacifik yang terus berupaya memproduksi produk yang berstandar internasional di tengah masa pandemi covid-19 ini. 
“Kami ucapkan selamat atas terealisasinya ekspor ini, berarti semua upaya selama ini oleh pihak perusahaan telah membuahkan hasil yang baik ” ujar Nasrullah.
Nasrullah menjelaskan peningkatan ekspor ini sejalan dengan salah satu target Kementan dalam upaya peningkatan ekspor berbagai komoditas pertanian, melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (GRATIEKS), dengan tema “Maju, Mandiri dan Modern”.
Pada Program GRATIEKS kami targetkan pertumbuhan nilai ekspor peternakan pada tahun 2024 naik 300% menjadi 1,9 Milyar USD (Rp. 27 Trilyun) ke 100 Negara tujuan. 
Saat ini kinerja sektor peternakan juga tumbuh 7,07 persen dalam triwulan II 2021 (YoY) yang menyamai pertumbuhan ekonomi nasional 7,07 persen. Kinerja dan rangkaian pelaksanaan kegiatan ekspor ini merupakan hadiah bagi insan peternakan dalam memperingati Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia.
“Peningkatan nilai ekspor ini, membawa semangat bagi dunia usaha khususnya obat hewan di tanah air. Bukti nyata ini juga menunjukkan bahwa obat hewan, mempunyai kontribusi yang besar dalam peningkatan devisa negara,” ujarnya.
Ia mengharapkan kedepan dapat membuka peluang ekspor lebih besar bagi para peternak, pelaku usaha peternakan dan kesehatan hewan, baik pada skala besar, menengah, bahkan mikro untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.