Semangkuk chicken teriyaki (Sumber gambar: freepik.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Peningkatan gizi dalam negeri menjadi sebuah program yang dicanangkan pemerintah, salah satunya untuk memberantas stunting dan mendukung terbentuknya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Berkenaan dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan webinar konferensi pers peluncuran Sosialisasi Gerakan Makan Ayam Indonesia (Gemaya) dengan tema ‘Tingkatkan Konsumsi Ayam dan Peningkatan Gizi dalam Negeri’ melalui aplikasi Zoom, Senin (26/10).
Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) dalam sambutannya mengatakan bahwa bonus demografi di Indonesia memang besar, namun yang menjadi pertanyaan bagaimana dengan kualitasnya.
Hal tersebut dapat ditentukan salah satunya dengan asupan gizinya. Berdasarkan penelitian, protein hewani kualitasnya lebih baik daripada protein nabati.
“Dengan alasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsumsi protein hewani dapat memperbaiki kualitas hidup dalam rangka menuju Indonesia yang memiliki generasi emas dan berkualitas,” tuturnya.
Ayam menjadi sumber protein yang murah, dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri, dan terjangkau dibandingkan protein hewani lainnya. Surplus dari produksi ini karena masih rendahnya konsumsi ayam dalam negeri apalagi jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia.
Baca Juga: Kampanye Gizi Melalui Hari Ayam dan Telur
“Diperlukan sinergi dan kepedulian bersama untuk memberikan sosialisasi dengan mendorong masyarakat Indonesia agar mengonsumsi protein hewani dari produk ayam,” ucap Nasrullah.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS selaku Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dalam paparannya mengatakan bahwa bangsa ini memiliki tiga masalah, yaitu kekurangan gizi, kelaparan tersembunyi, dan kegemukan.
“Kekurangan gizi sehingga menyebabkan pertumbuhan anak menjadi terhambat, atau disebut dengan stunting yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Salah satu cara untuk memberantas masalah ini yaitu dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi, salah satunya protein sebagai zat gizi makro. Tambahan lainnya yaitu asupan vitamin dan mineral tertentu,” ucapnya.
Hardinsyah juga mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang gizi karena masih minimnya mengonsumsi makanan yang berkualitas.
“Daging ayam kaya akan protein, mineral, dan vitamin. Konsumsi ini juga harus diselingi oleh jenis pangan lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh,” jelas Hardinsyah.