Kolaborasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas monitoring penyakit AI di Indonesia
POULTRYINDONESIA, Jakarta-Tantangan penyakit lapang di Indonesia bisa dibilang sangat tinggi. Terutama untuk penyakit endemik seperti Avian Influenza yang seringkali masih menghantui para peternak di lapangan.
Baca juga : Menghindari Resistensi Antibiotik dengan Menjaga Kesehatan Saluran Cerna
Maka dari itu, dalam rangka memperkuat kapasitas laboratorium kesehatan hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berinisiatif melaksanakan Bilateral Collaboration on Laboratory (BICOLLAB) antara Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates dengan Australian Centre for Disease Preparedness (ACDP) Geelong.
Menurut Direktur Jenderal PKH, Nasrullah dalam rilis tertulis yang disampaikan kepada awak media Selasa, (15/2), menjelaskan bahwa Bicollab ini merupakan bentuk Laboratory Twinning Program untuk penyakit Avian Influenza (AI) yang difasilitasi oleh Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) dan didukung oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).
“BBVet Wates kami tunjuk sebagai pelaksana, karena sesuai tugasnya sebagai Laboratorium referensi nasional AI, koordinator monitoring virus influenza pada hewan (IVM) dan ASEAN Regional Centre for Bioinformatics,” tambah Nasrullah di Jakarta, (14/2).
Lebih lanjut Nasrullah memaparkan bahwa kegiatan ini mendukung peningkatan produksi, mutu, keamanan, dan daya saing komoditi peternakan, khususnya unggas dan produk unggas, melalui upaya peningkatan kapasitas deteksi, pencegahan dan pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) di unggas, terutama AI.