POULTRYINDONESIA, Bogor – Ayam hias memang tak habis-habisnya membawa afeksi. Ciri khas dan keunikannya membawa atensi yang kuat, tak hanya untuk para pecintanya, namun juga bagi masyarakat secara luas. Dari berbagai jenis ayam hias, ayam ketawa merupakan ayam hias yang cukup banyak digemari. Bagaimana tidak, karena dimanapun berada, ayam ini selalu membawa keceriaan tersendiri untuk sekitarnya.  
Dalam rangka melestarikan plasma nutfah asli Indonesia, dan mempererat tali silaturahmi antar penghobi dan komunitas, Komunitas Ayam Ketawa Cileungsi atau yang biasa dikenal dengan nama Komakecil bersama dengan Persatuan Penggemar dan Pelestari Ayam Ketawa Seluruh Indonesia atau P3AKSI menggelar Kontes Ayam Ketawa yang memperebutkan Piala Kadisnak Kabupaten Bogor, pada Minggu (3/7). Acara yang digelar di Jonggol Waterpark, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini melombakan beberapa kategori untuk ayam ketawa, diantaranya kategori dangdut, slow, remaja, durasi, gretek/disco, serta kerajian bunyi.
Baca Juga: Produk Unggas asal Indonesia Resmi Masuk Singapura
Ketua Komunitas Ayam Ketawa Cileungsi (Komakecil), Masreal saat berdiskusi dengan Poultry Indonesia di sela-sela acara mengatakan bahwa dulunya Komakecil ini bernama KAKC yaitu Komunitas Ayam Ketawa Cileungsi. Kemudian karena pengurusnya vakum, lalu muncullah yang namanya Komakecil, yang dibentuk tahun 2021. Ia mengatakan, semua ini berawal karena di dalam Komakecil sendiri banyak pemula-pemula yang masih semangat untuk melestarikan ayam ketawa.
“Meskipun nama Komakecil lingkupnya kecamatan, namun kami sudah dikenal di tingkat nasional. Ini juga terlihat dari peserta yang mengikuti kontes pada hari ini. Dimana, meskipun kontes dilakukan tingkat regional namun peserta yang mengikuti kontes adalah tingkat nasional. Banyak peserta yang datang dari jauh, seperti Jawa Tengah, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, serta Bandung, dan mereka masih terus banyak yang berdatangan,” terang Masreal.
Dalam event pertama Komakecil kali ini, Masreal dan tim tidak menyangkan akan didukung oleh pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Bogor, dan juga para sponsor acara yang sudah ikut andil menyukseskan acara pada hari ini. Ia berharap dengan diadakan kontes seperti ini bisa memberi manfaat kepada banyak kalangan, seperti penghobi, peternak, serta siapapun yang menjalankan bisnis perunggasan. Selain itu juga ia berharap masyarakat bisa mengenalkan dan ayam ketawa lebih populer lagi ke depannya.
“Saya sangat senang ya, berangkat dari komunitas kecil hingga dikenal secara luas, juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah khususnya, yaitu pemerintah Kabupaten Bogor. Ayam ketawa ini kan ayam kontes, banyak penghobi yang sudah kangen akan kontes. Setelah kemarIn masa pandemi yang tinggi, kemudian musim vaksin, dan ini pandemi sudah lumayan mereda, di tahun ini kita gelar kontes ayam ketawa ini. Untuk persiapan acara hingga berbagai sponsor yang sudah mendukung acara kami, ini sudah diluar ekspektasi kami. Kita punya target ke depan, insya Allah tahun depan kita akan gelar kontes tingkat nasional,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. R. H. Oetje Subagdja S.P selaku Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor yang hadir dalam acara tersebut mengatakan ia sangat menyambut baik dengan terselenggaranya acara kontes pada hari ini. Ia juga berharap para peserta ini bisa menampilkan potensi genetik ayam ketawanya dengan semaksimal mungkin, serta nantinya kontes ayam ketawa ini bisa berkembang menjadi kontes-kontes yang lebih besar lagi.
“Saya pikir acara ini bagus ya, dan saya bangga dengan acara kontes ini, makanya hari ini juga saya banyak membawa kepala seksi dan kepala bidang untuk datang pada acara hari ini. Saya ingin berterima kasih kepada komunitas dan panitia penyelenggara, serta kepada para sponsor yang sudah mendukung acara ini. Kalau tahun ini kontes memperebutkan piala Kepala Dinas, harapannya tahun depan menjadi Piala dari Bupati Kabupaten Bogor. Nanti juga harapannya bisa dibuatkan piala bergilir Kontes Ayam Ketawa Kabupaten Bogor, pasti akan banyak antusiasnya. Saya yakin dan percaya kalau kita semangat insya Allah akan bisa terlaksana,” terang Oetje.
Lebih jauh Oetje mengatakan pemerintah daerah siap untuk terus mendukung acara-acara inovasi seperti ini. Ia juga yakin komunitas ayam hias akan terus muncul, dan berkembang. “Jadi memang yang paling bagus itu ketika semua kegiatan berawal dari masyarakat dan kita bantu dari pemerintah, itu akan berkembang. Harapan saya kalau ini berawal dari sesuatu yang bagus, berawal dari hati nurani, saya yakin berkembangnya pasti akan masif, karena memang penghobi ini punya minat di ayam ini. Dan yang lebih penting ini juga bisa meningkatkan perekonomian untuk mereka para komunitas ini, hobi ini kan tidak murah, ayam-ayam ini kan mahal, jadi ini kan terjadi pemulihan ekonomi baru, pemerintah daerah akan sangat mendukung ke depannya,” tambah Oetje.