POULTRYINDONESIA, Kab. Semarang – Untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat Indonesia, perlu adanya beragam upaya untuk dapat menghasilkan komoditas pertanian yang efisien dan berdaya saing. Salah satunya ialah, dengan menggunakan skema kemitraan antara petani jagung, pemilik lahan yaitu pemerintah daerah dan beserta aparat yang melekat di dalamnya, juga dengan perusahaan sebagai penjamin hasil panen dari petani.
Hal tersebut terwujud dalam acara seremoni yang dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Pangdam IV Diponegoro Widi Prasetijono, Kajati Jateng I Made Suanarwan, Kadiv Regional Perhutani Jateng R Ratmanto Trimahono, Perwakilan dari Perum Perhutani, dan turut serta mengundang industri untuk menyerap hasil jagung tersebut, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan PT BISI International.
Penanaman jagung tersebut dilakukan pada lahan seluas 475 hektare di Petak 49 F, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Kegiatan yang diselenggarakan Satgas Pangan Jateng itu turut diikuti jajaran Forkopimda serta 40 orang petani jagung.
Baca Juga: Indonesia Memiliki Posisi Strategis dalam Produksi Telur Dunia
“Kita bisa memanfaatkan lahan punya Perhutani yang menurut saya bisa mempercepat komoditas yang ada. Kalau hari ini jagung, nanti di tempat lain kita sesuaikan dengan yang lain, dan apabila ini berhasil, maka ini akan jadi pilot project untuk tempat lainnya di Jawa Tengah,” ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (24/1).
Dalam kesempatan yang sama menurut Ngadi, selaku GM Marketing CPI Semarang, mengatakan bahwa pihak dari CPI telah menyiapkan mobil pengering jagung agar dapat langsung mengeringkan jagung hasil panen nantinya.
“Dalam kesempatan ini, kami akan memberikan dukungan berupa bibit jagung, antigulma dari PT BISI untuk luasan 6 Ha, dan hasil panennya akan diserap oleh PT CPI sehingga Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap akan ada lebih banyak lagi lahan tidur yang yang ditanami jagung, dan para petani akan terbantu dengan adanya skema kemitraan dengan industri pakan,” ungkap Ngadi.