Gejala awal dari Newcastle Disease umumnya meliputi penurunan drastis produksi telur. Pada petelur yang menghasilkan telur cokelat, warnanya akan mengalami perubahan atau abnormalitas (telur putih). Perubahan warna ini disebabkan oleh adanya abnormalitas pigmen akibat infeksi pada oviduk
Oleh : Diana Putri, S.Kh.*
Infeksi ND pada ayam muda atau pullet biasanya diawali dengan masalah pernapasan dan diikuti oleh kematian. Vinta mengatakan bahwa jika terdapat kejadian ND pada ayam petelur yang sudah mendapatkan program vaksinasi ND yang cukup lengkap, maka efeknya hanya akan terjadi penurunan produksi telur. Kerugian lainnya yang ditemukan berupa kematian yang bisa mencapai angka 100%, terpecahnya keseragaman pada kandang, dan jika terjadi pada fase laying, maka akan ditemukan abnormalitas pada kerabang telur.
Baca juga : Tingkatkan Upaya Pencegahan, Cegah Munculnya Newcastle Disease
Untuk mendapatkan hasil diagnosa yang tepat dan memutus rantai penularan serta memaksimalkan hasil produksi, Vinta mengatakan bahwa tidak bisa hanya dengan melakukan diagnosa secara terpotong. Sehingga, menganalisa recording flock, hasil serologi, dan PCR sangat penting dilakukan.
“Sebagai praktisi perunggasan, saya pikir perlu dilakukan tahapan investigasi penyakit yang dilihat dari recording flock serta bedah bangkai atau nekropsi untuk melihat lesi atau patologi anatomi yang terjadi. Jika ditemukan ada perubahan patologi anatomi yang mengarah ke ND, maka perlu dilakukan peneguhan diagnosa melalui tes serologi, yaitu uji Hemagglutination Inhibition Assay (HI test) dan dilanjutkan dengan uji molekuler menggunakan PCR sampai dengan sequencing untuk mendapatkan identitas dari virus ND genotipe apa yang menyerang flok tersebut,” jelasnya.
Mengenai pencegahan, Vinta mengatakan bahwa sangatlah penting untuk memiliki protokol aplikasi biosekuriti yang baik dan tepat diikuti oleh manajemen yang baik serta status imunitas yang baik terhadap ND. Pemberian vaksin ND dengan menggunakan vaksin rekombinan dapat mengurangi shedding virus di lapangan, sehingga tantangan virus ND pada area peternakan tersebut dapat terkontrol.
“Dengan dukungan modernisasi kandang dan perbaikan kualitas DOC yang diikuti oleh penerapan biosekuriti yang baik, tentu saja dapat meningkatkan kesehatan ayam dan menghasilkan produksi yang maksimal. Selain itu, dengan penerapan biosekuriti 3 zona dan catatan kandang yang tepat dan lengkap, kita dapat menganalisa hasil kerja kita,” imbuhnya.
Menurut Vinta, hingga saat ini, cara terbaik untuk menanggulangi kerugian akibat virus ND adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan dapat dilakukan dengan memaksimalkan penerapan biosekuriti dan menjalankan program vaksinasi yang tepat untuk memberikan perlindungan yang maksimal terhadap virus ND. Vinta sendiri meyakini bahwa peternak sudah sangat sadar akan pentingnya vaksinasi. Namun, yang terpenting sebagai praktisi perunggasan adalah bagaimana memberikan informasi selengkap mungkin terkait proteksi terhadap virus ND.
Program vaksinasi yang tepat dapat memberikan proteksi yang maksimal. Selain menekan shedding virus, keuntungan lainnya yang didapat dari program vaksinasi sendiri adalah dapat melindungi ayam dari gejala klinis dan kematian, menghindari terjadinya penurunan produksi dan kualitas produksi, serta menghasilkan produk makanan yang aman dari bakteri patogen. *Jurnalis Poultry Indonesia
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2022 dengan judul “Cegah Tetelo Masuk Kandang”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153