POULTRYINDONESIA, Jakarta – International Flour, Feed, Corn, Semolina, Rice, Bulghur Milling Machinery & Pulses, Pasta, Biscuit Technologies Exhibition Indonesia 2023 (IDMA Indonesia 2023) sukses terselenggara untuk pertama kalinya di Indonesia pada 4-6 Oktober 2023 di Jakarta International Expo (JI Expo). Pameran yang berfokus pada pengolahan pangan ini dihadiri sekitar 1000 pengunjung dengan transaksi mencapai 5 juta Dollar AS.
Dalam sambutannya, CEO IDMA Internasional, Muhammad Ali Kalkan mengungkapkan bahwa dalam pameran perdana ini turut hadiri dan didukung oleh Pemerintah melalui beberapa Kementerian terkait, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), beberapa asosiasi pangan Indonesia, dengan mengundang stakeholder terkait. Sebanyak 39 perusahaan berpartisipasi pada pameran internasional ini, dengan  mengusung 60 brand, 21 diantaranya adalah perusahaan lokal dan sisanya dari perusahaan dari China,India, dan Turki.
“Untuk pertama kalinya, IDMA digelar di Indonesia. Kami senang mendapat animo dari masyarakat Indonesia dengan jumlah transaksi mencapai 5 juta Dollar AS. Pada tahap awal ini, tujuan kami adalah membangun brand awareness dan mengenalkan produk pengolahan pangan ke pasar Indonesia. Kami optimis Indonesia dapat menjadi hub teknologi pangan terbesar di Asia Tenggara. Dan kami akan menggelar IDMA kedua kalinya pada 2025 dengan cakupan yang lebih luas dibidang pertanian dan pangan,” ujarnya.  
Sementara itu, mewakili Badan Pangan Nasional Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Rinna Syawal selaku Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan mengucapkan selamat dan apresiasi untuk IDMA Indonesia yang telah menyelenggarakan pameran ini. Dirinya berharap pameran ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, dan membentuk generasi berkualitas, sehat, aktif dan produktif.
“Dalam pameran ini dipertemukan perusahaan-perusahaan internasional yang memasok mesin dan teknologi dengan industri penggilingan biji-bijian dan pakan. Bagi industri yang akan memodernisasi ataupun merencanakan investasi di bidang ini akan memiliki kesempatan untuk melihat teknologi terbaru. Terlebih potensi pangan di Indonesia sangatlah banyak termasuk dari biji -bijian an seperti: jagung, sorgum, jewawut, hanjeli dll.  Oleh karena itu cadangan pangan saat ini terutama di masyarakat bisa beragam bentuknya, tidak hanya beras, tetapi dapat disimpan dalam bentuk seperti granola dan tepung serta dapat dimanfaatkan saat terjadi krisis pangan, sehingga dukungan teknologi pengolahan sangat dibutuhkan.  Hal ini merupakan salah satu strategi untuk menghadapi krisis pangan melalui penganekaragaman cadangan pangan,” tambah Rinna.