POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan harga daging ayam ras dan telur ayam ras tidak boleh mengalami kenaikan. Pernyataan tegas ini disampaikan mengingat kedua komoditas tersebut telah mencapai surplus secara nasional.
“Daging ayam dan telur ayam, tidak boleh naik. Kita surplus. Tidak ada alasan naik. Kita sekarang sudah swasembada 9 komoditas. Termasuk telur dan daging ayam, kita sudah swasembada,” kata Amran saat acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta (13/2/2026).
Kestabilan harga daging ayam dan telur ayam terus menjadi perhatian pemerintah. Sumber protein hewani terjangkau ini patut dijaga agar tetap berada dalam jangkauan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rerata harga kedua komoditas tersebut mulai sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen pada minggu kedua Februari 2026.
Rerata harga daging ayam ras sampai minggu kedua Februari 2026 tercatat di Rp40.471 per kg, sedikit di atas batas maksimal HAP tingkat konsumen yang ditetapkan di Rp40.000 per kg. Kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras dialami oleh 155 kabupaten/kota.
Dari 155 kabupaten/kota tersebut, hanya 53 daerah yang mengalami rerata harga daging ayam ras melampaui HAP tingkat konsumen. Sementara 102 daerah lainnya mengalami kenaikan IPH namun rerata harganya masih tidak melebihi HAP tingkat konsumen.
Untuk telur ayam ras, rerata harga secara nasional sampai minggu kedua Februari 2026 berada di Rp31.757 per kg dengan HAP tingkat konsumen maksimal di Rp30.000 per kg. Kenaikan IPH telur ayam ras dialami oleh 80 daerah, namun hanya 28 kabupaten/kota yang mengalami harga melewati HAP tingkat konsumen. Sementara 52 kabupaten/kota lainnya masih cukup aman karena rerata harga telur ayam ras masih sesuai koridor.

Untuk menjaga kestabilan harga, Bapanas berkolaborasi dengan kalangan swasta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku. Kolaborasi ini melibatkan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (Japfa).
GPM daging ayam beku digelar CPI di 1.200 outlet penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Japfa memastikan GPM daging ayam beku tersedia di 500 outlet jaringannya. Masyarakat dipastikan dapat memperoleh daging ayam beku seharga Rp40.000 per kilogram (kg) dengan periode mulai 18 Februari sampai sehari sebelum Idulfitri.
“Untuk daging ayam di beberapa tempat, kami pantau di wilayah Jakarta dan Tangerang, relatif masih bagus. Harga Rp40.000, paling tinggi. Nah ini ada inisiatif positif kami bersama PT CPI dan Japfa menggelar GPM daging ayam ras. Jadi masyarakat dipastikan bisa membeli sesuai HAP yang telah ditentukan pemerintah,” kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Maino Dwi Hartono di Jakarta pada Kamis (19/2/2026).
Kondisi harga telur ayam ras saat ini dipantau masih stabil tanpa gejolak berlebihan, seperti dijelaskan Maino. Optimisme terhadap pengendalian harga telur ayam ras sepanjang Ramadan cukup tinggi.
Untuk telur, harganya bervariasi, mulai dari Rp29.000-31.000, tapi kecenderungan memang sudah turun di beberapa tempat. Selain menyasar konsumen, pemerintah juga menyiapkan paket program intervensi pangan untuk peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan di tahun 2026. Program ini diharapkan menjadi angin segar karena target SPHP jagung meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
“Dengan anggaran sebesar Rp678 miliar, target penyaluran SPHP jagung pakan ke para peternak dapat mencapai total 242 ribu ton. Penyaluran SPHP jagung tahun 2025 berada di angka 51,2 ribu ton yang menyasar ke 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi,” jelas Maino.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia