Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar) dan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran menginisiasi beberapa program salah satunya dengan Koperasi Peternak Milenial Jawa Barat
POULTRYINDONESIA, Bandung – Dalam rangka mendukung Program Gubernur Jawa Barat tentang Pemulihan Ekonomi Pasca COVID-19 di sektor pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar) dan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran menginisiasi beberapa program salah satunya dengan Koperasi Peternak Milenial Jawa Barat untuk mengadakan program Revitalisasi Kandang Ayam Tradisional di Jawa Barat melalui pendanaan Koperasi.
“Program tersebut dapat membantu peternak menghadapi tantangan perunggasan dan peningkatan populasi ayam yang dipelihara. Kami menyambut baik peluncuran program ini dan berharap dengan adanya Koperasi Peternak Milenial ini mampu mendorong para peternak mandiri untuk kembali berusaha dan meningkatkan produksi serta penghasilannya,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Jafar Ismail di Bandung, Senin (22/3).
Sementara itu menurut Ketua Koperasi Peternak Milenial Jawa Barat, Nurul Ikhwan, program tersebut menyasar para peternak broiler yang masih menggunakan kandang tradisional open house.
“Revitalisasi kandang ini dilakukan dengan menambahkan beberapa peralatan modern seperti tirai, exhaust fan, kipas, nipple otomatis, panel kontrol, hingga genset. Modernisasi kandang ayam dari tradisional menjadi semi-modern ini mampu menambah kapasitas kandang hingga 2 kali lipat,” ujarnya.
Baca Juga: Modernisasi Kunci Keberhasilan Berbudi Daya Broiler
Pria yang akrab disapa Iwang ini mencontohkan, seperti kandang dari Bapak Jajang, selaku penerima manfaat pertama dari program tersebut, semula hanya bisa menampung populasi sebanyak 4.000 ekor, diproyeksikan bisa menambah populasi hingga menjadi 6.600 ekor setelah dilakukan revitalisasi.
“Hal tersebut di atas kertas tentu dapat memberikan nilai manfaat ekonomi yang lebih tinggi kepada peternak. Selain bertambahnya populasi, juga bisa terjadinya efisiensi produksi baik tenaga kerja, kontrol penyakit, angka kematian menjadi rendah, hingga lebih efisien dalam konsumsi pakan,” kata Iwang.
Pembiayaan program tersebut 100% didanai oleh koperasi dan dibayar oleh peternak melalui skema cicilan selama 5 tahun tanpa bunga alias bunga 0%. Koperasi hanya mewajibkan peternak untuk menjadi mitra dalam kurun waktu 5 tahun. Ditambah, peternak akan didampingi oleh Tim dalam manajemen pemeliharaan.
“Peternak tidak perlu khawatir mengenai pembiayaan, cukup menyisihkan sedikit tabungan dari hasil panennya. Selain tanpa bunga, kami akan membantu peternak dalam penyediaan sapronak hingga penyerapan ayam hidup hasil panen dengan jaminan harga yang layak. Selain itu peternak juga akan didampingi oleh tim dalam manajemen pemeliharaan,” tutupnya.