POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kerja sama perdagangan pertanian antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali menguat seiring kunjungan Wakil Menteri Pertanian AS untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri (Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs USDA), Luke J. Lindberg, ke Jakarta, Rabu (4/2/2026). Di balik agenda dagang tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan subsektor peternakan nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menyampaikan bahwa pembukaan akses pasar dan penguatan kemitraan internasional harus berjalan seimbang dengan perlindungan terhadap peternak rakyat dan produsen kecil. Menurutnya, kerja sama internasional tidak boleh semata berorientasi pada peningkatan volume perdagangan.
“Peternak rakyat adalah fondasi sistem pangan nasional. Karena itu, setiap kerja sama perdagangan perlu dikaji agar tidak melemahkan struktur usaha peternakan dalam negeri,” ujar Agung.
Kunjungan pejabat USDA tersebut melibatkan puluhan eksportir dan pelaku agribisnis Amerika Serikat. Pertemuan difokuskan pada pendalaman dialog perdagangan pertanian, termasuk tindak lanjut perundingan perjanjian perdagangan resiprokal Indonesia–Amerika Serikat. Namun, bagi Ditjen PKH, isu teknis justru menjadi perhatian utama.
Agung menilai, kerja sama dengan USDA membuka ruang strategis untuk memperkuat aspek kesehatan hewan dan biosekuriti. Dua hal ini dinilai krusial dalam meningkatkan daya saing produk peternakan nasional di tengah dinamika perdagangan global dan meningkatnya tuntutan standar internasional.
“Penguatan biosekuriti, alih teknologi, inovasi, serta peningkatan kapasitas SDM merupakan kunci. Kerja sama teknis harus mampu mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk peternakan,” jelasnya.
Di sisi lain, misi dagang yang dipimpin USDA bertujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor produk pertanian Amerika Serikat ke Indonesia. Misi ini melibatkan 41 perusahaan agribisnis, organisasi perdagangan, serta perwakilan dari tiga departemen pertanian tingkat negara bagian di AS.
Luke menyebut Indonesia sebagai pasar strategis dengan pertumbuhan permintaan yang tinggi, khususnya untuk produk pertanian berkualitas. Ia berharap perjanjian perdagangan timbal balik antara kedua negara dapat diterjemahkan menjadi transaksi nyata.
Bagi Indonesia, perjanjian tersebut bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga momentum memperkuat kemitraan jangka panjang di sektor peternakan. Pemerintah menegaskan, kerja sama yang dibangun harus berkontribusi pada ketahanan pangan, keberlanjutan usaha peternak, serta penguatan industri peternakan nasional secara menyeluruh.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia