Kerjasama multisektoral pemerintah Indonesia dan USAID
POULTRYINDONESIA, Jakarta – United States Agency for International Development (USAID) dan Pemerintah Indonesia mengadakan acara yang bertemakan “Penutupan Program EPT-2 : Kolaborasi Dua Negara Demi Capai Percepatan Peningkatan Kapasitas Indonesia untuk Mencegah, Mendeteksi, dan Merespon Ancaman Kesehatan” di Sari Pan Pasific Hotel, Jakarta, Kamis (19/12).
Acara tersebut bertujuan untuk mengekspos hasil, capaian, dan kegiatan Program Emerging Pandemic Threats (EPT-2) sekaligus menjadi penutupan program EPT-2 setelah 5 tahun bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.
Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan USAID sudah dimulai sejak adanya wabah Avian Influenza (AI) di Indonesia pada tahun 2006 sampai 2010, sejak saat itu kerja sama ini terus berlangsung dan memberikan pengaruh positif pada kesehatan di Indonesia.
Ryan Washburn selaku USAID Mission Director, mengatakan bahwa ketahanan kesehatan baik manusia maupun hewan penting bagi bangsa Indonesia, karena penyakit tidak memiliki batasan dan dapat mengancam kesehatan manusia maupun hewan. Ia menegaskan bahwa kerjasama multisektorial untuk menanggulangi terjadinya penyakit sangatlah penting. “Penanggulangan dari penyakit menular merupakan komitmen kita dalam ketahanan kesehatan global,” ujarnya.
Sambutan dilanjutkan oleh Acep Somantri selaku Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kesehatan. Dalam sambutannya, Acep mengatakan pembangunan kesehatan merupakan suatu pilar penting dalam suatu ketahanan nasional. Menurutnya, hal itu menjadi tanggung jawab semua untuk meningkatkan kesehatan regional, nasional, dan global.
Acara selanjutnya dilakukan pemaparan portofolio kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan USAID oleh Acep Somantri tentang ketahanan kesehatan, serta presentasi oleh Pamela Foster selaku Health Office Director USAID mengenai kerja sama dalam peningkatan ketahanan kesehatan.