Teknologi artificial intelligence (AI) yang terus berkembang akan membuat manajemen dalam kandang akan semakin menjadi lebih baik, bisa jadi ke depan segala sesuatu serba otomatis (Sumber: poultrynews.co.uk)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perkembangan teknologi yang begitu cepat juga berdampak terhadap kemudahan dalam mendapatkan data. Teknologi pencatatan data otomatis banyak berkembang melalui sensor yang terhubung ke cloud, termasuk mencatat suhu, kelembaban, dan temperatur. Kumpulan data tersebut dapat diekstrak dan diolah berdasarkan kebutuhan untuk meningkatkan manajemen.
PT XL Axiata Tbk bekerja sama dengan PT Sierad Produce Tbk dalam mengembangkan Smart Poultry dengan penerapan IoT untuk mengumpulkan big data secara real time di bidang peternakan unggas.  Dalam pengembangan fitur, Smart poultry tentu akan mendapatkan berbagai data seperti yang sudah disebut diatas. Hal itu dapat digunakan untuk membuat keputusan yang dapat dimanfaatkan dalam peningkatan produktivitas ternak dengan lebih efektif dan efisien.
Teknologi artificial intelligence (AI) yang terus berkembang akan membuat big data begitu berarti. Teknologi kandang akan semakin menjadi lebih baik, bisa jadi ke depan segala sesuatu serba otomatis, mengurangi peran anak kandang. Melalui panel control, kandang bisa mengatur lingkungan sesuai kebutuhan ternak.
Disrupsi akibat industri 4.0 tentu harus membuat pelaku usaha atau pemangku kepentingan di bidang perunggasan fleksibel. Era data harus disikapi dengan baik, perusahaan harus memanfaatkan jutaan data yang terus bertambah setiap hari. Oleh sebab itu, diperlukan investasi SDM yang memiliki keahlian dalam analisis big data, baik untuk ranah pemasaran atau produksi ternak.
Pelaku usaha dan perusahaan
Survei yang dilakukan Forbes melaporkan bahwa pengunaan big data dalam perusahan semakin meningkat karena bermanfaat untuk meningkatkan wawasan terhadap perilaku konsumen, penjualan, pengguna, Return of Investment (ROI), kepuasan konsumen, dan orang yang tertarik terhadap produk. Oleh sebab itu, investasi terhadap big data menjadi penting, bahkan beberapa perusahaan sudah memiliki divisi tersendiri untuk Data Science yang salah satunya bertugas untuk mengolah big data. Mereka memiliki para ahli data (Data Scientists) yang terampil dalam mengolah big data untuk kepentingan pengembangan perusahaan.
Baca Juga: Wahyoo Bersama Sierad Luncurkan 100 Outlet AGBT
Sama halnya untuk industri peternakan, membutuhkan anak-anak milenial yang paham dan terampil dengan data. Mereka tahu bagaimana tren pasar berkembang seperti apa sehingga dapat dihubungkan antara big data, gaya hidup, dan daya beli masyarakat.
Perguruan Tinggi
Peran perguruan tinggi adalah menghasilkan SDM berkualitas untuk menjawab tantangan era disrupsi. Tentu kurikulum pendidikan pun harus dibenahi untuk melahirkan lulusan unggul berdasarkan kebutuhan industri 4.0. ‘Future of Job Report’ yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menyebutkan bahwa terdapat tiga keahlian utama yang dibutuhkan saat ini adalah kemampuan dalam memecahkan berbagai masalah, mampu berpikir kritis, dan penuh kreativitas.
Akan menjadi menarik apabila keterampilan tersebut didukung dengan keahlian analisis big data atau setidaknya lulusannya memiliki kepekaan terhadap peran penting data dalam kehidupan saat ini. Ke depan, kita dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang super cepat. Kesiapan SDM yang terampil menjadi parameter utama keberhasilan perguruan tinggi. Oleh sebab itu, belajar lintas disiplin menjadi kebutuhan saat ini. Berdasarkan uraian di atas, tidak ada salahnya mahasiswa peternakan juga belajar tentang statistik dan data ilmiah di jurusan yang berbeda.
Prof. Viktor Mayer-Schonberger dari Oxford Internet Institute dalam buku “Big Data: a revolution that will transform how we live, work, and think” mengatakan bahwa “Big data analytics is a revolutionary tool, a new paradigm of science that can sacrifice accuracy in return for knowing the general trend.” Saat ini, hidup kita tidak terlepas dari pemanfaatan big data, termasuk di sektor perunggasan, sehingga tidak salah apabila Presiden Joko Widodo pernah mengatakan “data merupakan kekayaan baru yang lebih berharga dari minyak.”
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul “Era Data di Industri Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153