Kemajuan teknologi peternakan harus didukung dengan SDM yang unggul (sumber gambar : Tony Unandar, 2018)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perhimpunan Ilmuwan Sosial Ekonomi Peternakan atau Persepsi menggelar seminar virtual, membahas kesiapan sumber daya manusia dan tantangan masa depan industri peternakan Indonesia. Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, (14/8) ini, membahas betapa pentingnya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang peternakan untuk menyongsong perkembangan industri peternakan ini ke arah yang lebih baik ke depan.
Berdasarkan penuturan dari Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., selaku Ketua Umum Persepsi dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk bisa membangun perekonomian nasional perlu dukungan dari SDM yang unggul.
“Dengan menyiapkan SDM peternakan itu berarti kita menyiapkan ketersediaan bahan pangan dari peternakan yang nantinya mampu menghasilkan sumber gizi yang baik untuk masyarakat luas. Terlebih dengan adanya pandemi seperti sekarang ini, ini saatnya kita promosi betapa pentingnya produk-produk peternakan sebagai sarana meningkatkan imun tubuh.” ungkap Budi.
Baca juga : Pembangunan SDM  Menjadi Kunci
Lebih jauh Budi mengatakan bahwa sektor sosial ekonomi peternakan ini tidak boleh dianggap hanya sebagai sektor penunjang saja. Menurutnya sektor sosial ekonomi peternakan ini sangat penting karena merupakan salah satu pilar bidang peternakan yang harus didalami, sebab didalamnya banyak membahas lebih dalam tentang sistem manajerial, membahas tentang kebijakan, juga membahas tentang finansial, serta organisasi keprofesian.
Menurut Prof. Dr. Ir. James Hellyward, M.S., IPU., ASEAN Eng., selaku Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas, yang hadir sebagai narasumber pada seminar tersebut mengatakan dengan adanya perubahan di era industri 4.0 dan juga kenormalan baru, seorang insinyur peternakan dituntut untuk bisa unggul, adaptif, serta mampu membuat terobosan.
“Insinyur peternakan masa depan nanti akan didominasi oleh generasi Z dan Y, dimana generasi ini merupakan generasi yang sangat tanggap tentang perubahan informasi, generasi yang cepat bosan dengan rutinitas, generasi yang membangun bisnis peternakan berbasis media sosial, sehingga perlu dikelola dengan baik untuk tujuan perkembangan dunia peternakan. Dan prosesnya harus dimulai sejak hulu (mahasiswa) hingga ke hilir (insinyur profesional),” terang James.
Selain James, dalam seminar yang diikuti sekitar 300 peserta ini turut menghadirkan pula Ir. Agung Budiyanto, S.Pt., IPU., selaku General Manager Human Capital PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai narasumber, dan juga menghadirkan Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret sebagai moderator.