VIV Asia 2025, edisi ke-17 dari pameran global untuk industri feed-to-food, baru saja berakhir dengan sukses besar di Bangkok, Thailand. Acara yang berlangsung pada 12-14 Maret 2025 di IMPACT Exhibition Center ini mempertegas posisinya sebagai platform B2B terdepan di Asia, dengan menarik lebih dari 51.000 pengunjung profesional dari 129 negara. Pameran ini juga menampilkan produk dan layanan dari lebih dari 1.500 peserta pameran yang berasal dari 63 negara di seluruh dunia.
VIV Asia 2025 memamerkan berbagai inovasi terkini, pengetahuan mendalam, serta kolaborasi global yang luar biasa. Selama tiga hari acara, para peserta terlibat dalam jaringan tingkat tinggi, pertukaran pengetahuan yang luar biasa, serta pameran produk yang memukau, yang memperkuat pengaruh besar VIV Asia di sektor ini.
Pusat Perdagangan Kelas Dunia
VIV Asia 2025 menghadirkan pasar internasional yang luas dengan menampilkan kemajuan terbaru dalam produksi, pengolahan, dan pengemasan protein hewani. Pameran ini juga menjadi ajang berkumpulnya sekitar 700 pemimpin industri dari 55 negara, yang melanjutkan momentum dari edisi-edisi sebelumnya. Selama pameran, para pemimpin industri mengikuti acara jaringan eksklusif yang dirancang untuk memberi wawasan tentang tren industri dan memberikan akses ke teknologi, pengetahuan, dan koneksi yang tepat.
Salah satu bagian penting dari pameran ini adalah Meat Pro Asia, platform utama untuk solusi pengolahan dan pengemasan daging. Untuk pertama kalinya, VIV Asia 2025 juga menyambut kehadiran Horti Agri Next (HAN) Asia sebagai lokasi bersama, menjadikannya pameran global yang paling komprehensif di bidangnya.
Birgit Horn, Direktur Utama VNU Europe/VIV Worldwide, menyatakan, “VIV Asia adalah tempat di mana para profesional bertemu untuk mendorong kemajuan dan memanfaatkan peluang pasar baru. Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri, memperkuat kolaborasi, dan memastikan bahwa VIV Asia tetap menjadi acara global terkemuka di sektor ini.”
Inovasi dan Keberlanjutan
Salah satu tema utama dalam VIV Asia 2025 adalah keberlanjutan, yang menjadi strategi inti dalam penyelenggaraan pameran ini. Panadda Kongma, Wakil Presiden – Bisnis di VNU Asia Pacific, menjelaskan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah konkret menuju keberlanjutan, seperti penggunaan tinta berbasis kedelai untuk materi cetak, penggunaan traktor listrik, serta mengurangi penggunaan bahan cetakan dan mempromosikan aplikasi digital. Semua ini bertujuan untuk mendukung inisiatif hijau dan mengurangi jejak karbon pameran.
Selain itu, VIV Asia 2025 juga menonjolkan inovasi dalam bidang pencegahan penyakit hewan, pertanian regeneratif, dan peternakan presisi. Lebih dari 150 sesi pengetahuan yang dipandu oleh 300 pemimpin pemikiran dan pionir industri memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan terkini.
Menyatukan Berbagai Sektor
Salah satu highlights dari VIV Asia 2025 adalah peluncuran AgriBITs, sebuah platform dua hari yang fokus pada transformasi digital di sektor agribisnis, termasuk teknologi AI, IoT, dan robotika. Ini menunjukkan dampak besar dan tantangan yang dihadapi oleh industri, serta peran penting teknologi-teknologi ini dalam membentuk masa depan sektor ini.










