Acara Livestock Pedia dalam gelaran Indo Livestock 2023 Expo & Forum, di Surabaya
POULTRY INDONESIA, Surabaya – Ketersediaan ayam kampung di beberapa daerah terbilang masih kekurangan. Sebab, beberapa rumah makan tidak berani untuk menyediakan menu ayam kampung karena stok ayam kampung terbatas dan terkendala kontinuitas penyediaan ayam kampung itu sendiri.
Hal ini seperti disampaikan oleh Moeljo Kurniawan selaku Founder dan Developer Klaster Agribisnis Terintegrasi dalam acara Talk Show Livestock Pedia, yang diadakan Indo Livestock 2023 Expo & Forum di Surabaya, Jumat (28/7).
Menurutnya hal ini bisa dimaklumi, karena kondisi peternakan ayam kampung cenderung berskala kecil dan terpisah. Belum terlihat adanya kolaborasi yang bagus di sektor ayam kampung ini. Oleh karena itu pihaknya sedang mengembangkan pembangunan Klaster Industri Peternakan Rakyat ( KIPRA) untuk mengembangkan ayam kampung ini.
Dalam perjalanannya, Moeljo bersama tim terus melakukan seleksi ayam kampung untuk mendapatkan bibit dengan performa optimal. Kini dirinya pun mengaku bahwa bersama timnya sedang dalam tahap membangun pabrik di daerah Jawa Barat.
Menurut Moeljo hadirnya KIPRA diharapkan dapat menjadi pemantik dalam meningkatkan kolaborasi pelaku usaha, memperkuat usaha secara kelompok, memanfaatkan peluang pasar, meningkatkan skala dan intensifikasi usaha serta meningkatkan keterpaduan antar pelaku usaha.
“Prinsipnya kami ingin berbagi proses, berbagi peran, berbagi kontribusi, berbagai manfaat dan tumbuh berkelanjutan,” pungkasnya.