Pengembangan Mobile Corn Dryer (MCD) oleh PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk dan Institut Teknologi Bandung
POULTRYINDONESIA, Bandung – Dalam pemenuhan kebutuhan bahan pakan ternak diperlukan adanya konsistensi dalam kualitas dan ketersediaan bahan baku, khususnya jagung yang masih menjadi sumber utama di Industri perunggasan. Namun, komoditas jagung untuk pakan sering kali masih mengalami permasalahan dalam penanganan pasca panen terutama aspek kadar air yang tinggi.
Atas dasar tersebut, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk menggandeng Institut Teknologi Bandung dalam pengembangan Mobile Corn Dryer (MCD) agar para petani jagung mampu menjual jagung dengan kualitas yang lebih baik lewat kadar air yang lebih rendah. Penyerahan MCD Bertempat di area gerbang utama ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung (10/4).
Acara serah terima mobil pengering jagung dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (PT CPI) tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara PT CPI dan ITB pada tanggal 17 Desember 2019, yang dilakukan oleh Presiden Komisaris PT CPI, T. Hadi Gunawan dan Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi.
Baca juga : Penandatangan Kerjasama Pengujian Smart Farming CPI dan UGM
Salah satu tujuan PT CPI bekerja sama dengan ITB, adalah untuk menemukan inovasi – inovasi terbaru agar dapat membuat mobil pengering jagung yang bermanfaat dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani jagung Indonesia.
Pihak Kampus terutama Rektor ITB dan jajarannya menyambut hal tersebut dan menyadari kolaborasi antara industri dan kampus sangat diperlukan dalam berbagai pengembangan terutama dalam hal sektor teknologi, sehingga hasil penelitian kampus dapat dilihat hasilnya secara nyata.
Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, ITB sebagai salah satu kampus terkemuka di Indonesia, telah banyak mencetak mahasiswa – mahasiswa yang telah menjadi kader – kader perubahan di masyarakat dan telah banyak menghasilkan inovasi – inovasi yang dapat dirasakan dengan nyata oleh masyarakat Indonesia, sebagai wujud Tri Dharma ke 2 yaitu Penelitian dan Pengembangan.
Secara simbolis, Dr. Ir. Toto Hardianto DEA selaku pengembang dan perwakilan dari ITB menyerahkan hasil uji coba dan manual book Mobile Corn Dryer yang diterima oleh Emier Shandy selaku Vice President Engineering & Technology PT CPI.
Toto mengungkapkan bahwa mobil pengering jagung atau MCD versi 2.6 ini merupakan hasil penelitian dan pengembangan dari Fakultas Teknik Mesin Dan Dirgantara (FTMD) dan Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika (STEI) ITB. Dimana merupakan salah satu contoh nyata yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh penggunanya dalam hal ini petani jagung.
“Dalam pengembangannya, kami dari FTMD berfokus dalam pengembangan Mesin dan Desain, sedangkan STEI melakukan pengembangan dalam penggunaan sensor otomatis yang dipasangkan dalam MCD,” ungkap Toto.
Lanjut Toto, mobil pengering jagung versi 2.6 ini mempunyai berbagai macam keunggulan, diantaranya, memiliki beberapa sensor seperti Sensor kadar air dan sensor suhu yang memungkinkan pengoperasian secara otomatis, Memiliki fasilitas timbangan untuk mengukur baik jumlah total ataupun debit jagung masuk, juga fitur Heat Reclaimer yaitu pemanfaatan udara sisa pendinginan yg bersuhu tinggi sebagai udara sekunder pembakaran
Fitur lainnya yang terdapat dalam MCD versi 2.6 kali ini yaitu berkapasitas lebih besar dibanding versi sebelumnya yaitu dari 1 ton/jam menjadi 1.5 Ton/jam, Konsumsi bahan bakar lebih rendah dibanding versi sebelumnya yaitu dari 1.7 liter/persen/ton menjadi 1.2 liter/persen/ton, juga memiliki fitur pencatatan dan penyimpanan data operasional dengan system database yang memudahkan proses analisa dan pelaporan.
Masih dalam acara tersebut, menurut Emier Shandy pihaknya mengapresiasi kerja keras tim pengembang riset ITB.
“Pengembangan produk ini semakin lebih baik dari versi sebelumnya, dimana yang dirasakan lebih efektif dan efisien dalam penggunaan bahan bakar maupun kapasitas yang semakin besar. Kami berharap adanya MCD ini dapat membantu dan meningkatkan pendapatan dan kualitas jagung bagi para petani jagung,” ungkap Emier.
Selama ini petani jagung merasakan kesulitan dalam penanganan pasca panen, dimana mereka selalu mengandalkan panas matahari sebagai pengering atau jika memungkinkan mereka harus membawa ke gudang tempat pengeringan jagung komersial, sehingga dengan adanya kesulitan ini membuat para petani tidak mempunyai banyak pilihan ketika harus menjual jagungnya dalam keadaan basah, hal ini membuat harga yang diterima petani menjadi tidak bisa optimal.
Dengan berbagai keunggulan mobil pengering jagung atau MCD hasil rekayasa teknologi ini, PT CPI sebagai konseptor dan pelaksana di lapangan dari mobil pengering jagung, berharap dapat memberikan nilai lebih kepada para petani jagung, yang juga merupakan mitra PT CPI dalam menyuplai bahan baku utama pakan ternak unggas. Sehingga di harapkan kolaborasi Antara ITB & PT CPI dapat memberikan kontribusi bagi pertanian jagung dan peternakan unggas di Indonesia.
Lebih lanjut menurut Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. selaku Dekan FTMD ITB yang turut hadir dan menyaksikan penyerahan Mobile Corn Dryer untuk dikirimkan ke Semarang, berharap bahwa pengembangan Moblie Corn Dryer ini tidak hanya sampai disini.
“Pengembangan pertanian 4.0 yang didukung oleh para peneliti dan mahasiswa ITB akan terus kami tingkatkan, pengembangan MDC ini akan terus berlanjut dengan penerapan sustainable technology yang murah, mudah dan semakin efisien,” tutup Tatacipta.