POULTRYINDONESIA, Jakarta – Indolivestock Expo & Forum ke-17 resmi dibuka pada Rabu (17/7) di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran terbesar di bidang industri peternakan dan pakan ternak di Indonesia ini diselenggarakan bersamaan dengan Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, serta Indo Vet ke-4. Kolaborasi enam pameran ini digelar selama tiga hari pada 17-19 Juli 2024.
Dalam sambutannya, Arya Seta Wiriadipoera selaku Managing Director PT Napindo Media Ashatama menjelaskan kegiatan ini dimulai sejak 2002. Dimana pada awalnya hanya Indolivestock dan Indofeed lalu berkembang menjadi enam pameran seperti sekarang. Dirinya berharap semoga kolaborasi antar berbagai industri ini dapat menjadi ajang transfer of technology dan kesempatan bertemu dengan mitra potensial, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri.
“Dihadiri berbagai ahli, akademisi, praktisi, dan pelaksanaan diskusi, seminar, workshop diharapkan akan meningkatkan keterampilan, sehingga peserta pameran dapat lebih ahli dalam industri pangan termasuk preferensi konsumen dan pelaku industri berkesempatan untuk jaringan dan korporasi yang lebih luas dalam negeri maupun internasional. Selain itu, kolaborasi 6 pameran ini diharapkan juga dapat memberikan manfat yang signifikan, terutama bagi ketahanan pangan di Indonesia melalui transfer teknologi dan inovasi antar negara yang dihadiri oleh 580 lebih peserta dari 40 negara,”
Dari 40 negara tersebut di dalamnya ada 12 paviliun, antara lain Indonesia, Belanda, China, Eropa, India, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Spanyol, Taiwan, Vietnam, dan Italia. Dengan begitu, kesempatan untuk bertemu mitra potensial dapat terjadi, dimana kita ketahui bahwa kemitraan strategis dan investasi asing dapat meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi sektor pangan di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perairan yang diwakilkan oleh Budi Sulistyo selaku Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP menyampaikan bahwa pemerintah tentunya sangat mendukung pertumbuhan industri peternakan dan perikanan di Indonesia. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan mempermudah proses perizinan perusahaan, mempermudah pengadaan bahan pakan dan juga biaya pajak yang murah.
“Semoga kedepanya Indonesia menjadi pusat ikan dunia, untuk itu mari kita kembangkan kemitraan secara sinergis dan kolaboratif, pameran ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Ketiga sektor ini adalah sektor utama untuk menjamin ketersediaan pangan,” ujarnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Kementerian pertanian yang diwakili oleh Direktur Jenderal PKH Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc. menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia, maka sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan. Ia pun menambahkan bahwa sektor pertanian, peternakan dan perikanan adalah sektor yang sangat mempengaruhi ketersediaan pangan yang bergizi.
“Semoga Indolivestock hari ini dapat menjadi gambaran bagaimana pengembangan sektor sektor terkait untuk mewujudkan Indonesia Emas 2025. Mari kita tantang para investor untuk membuka usaha dalam bidang pangan agar industri peternakan, perikanan dan pertanian yang maju dan berkembang bukanlah suatu angan angan,” tegas Nasrullah.
Turut hadir dalam pameran ini para ahli, akademisi, dan praktisi di berbagai bidang pangan, dan dilengkapi dengan agenda diskusi, seminar, workshop, serta demonstrasi produk juga akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di sektor masing-masing. Selain itu, sebuah aksi percepatan gizi seimbang melalui sosialisasi SDTI juga terus dilakukan sejak tahun 2006. Pada tahun 2024 ini akan dihadirkan dalam bentuk kegiatan Bazar UMKM, Gelar Buah Nusantara 2024, Demo Masak, Talkshow, dan Kegiatan Anak sebagai rangkaian sosialisasi konsumsi protein hewani yang juga didukung oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih periode 2024-2029.