POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kondisi harga ayam hidup yang selalu berada di bawah biaya pokok peternak (BPP) membuat peternak rakyat terus mengalami kerugian. Hal tersebut membuat para peternak dari beberapa asosiasi peternakan yaitu GOPAN, Pinsar Indonesia, Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), dan Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Asosiasi Perunggasan menggelar aksi damai di depan kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin, (13/3) dengan peserta aksi sekitar 200 peternak.
Menurut Sugeng Wahyudi selaku Ketua Sekretariat Bersama Asosiasi Perunggasan mengungkapkan bahwa aksi yang ditujukan ke Komnas HAM ini merupakan langkah terakhir yang bisa dilakukan oleh para peternak, karena selama lima tahun terakhir pihaknya sudah melakukan aksi hingga bertemu dengan presiden, namun masih belum ada langkah signifikan yang dirasakan oleh para peternak.
Baca Juga: Pengurus Askesmaveti Periode 2023 – 2026 Resmi Dilantik
“Kami hari ini datang ke Komnas HAM dengan harapan persoalan di perunggasan bisa selesai, setelah hampir 5 tahun kami mendatangi banyak pihak. Kami memohon kepada Komnas HAM agar kami yang sehari – harinya mengandalkan beternak untuk mata pencaharian bisa mendapatkan keadilan dalam aspek hak untuk berusaha,” ujar Sugeng.
Lebih lanjut Sugeng meminta Komnas HAM agar dapat melakukan investigasi terkait hal tersebut sehingga bisa memberikan rekomendasi kepada setiap kementerian yang terkait dengan bisnis perunggasan.
“Kami meminta agar Komnas HAM memanggil dan meminta keterangan kepada para pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan perusahaan peternakan terintegrasi terkait dengan situasi yang dialami oleh peternak rakyat mandiri,” jelas Sugeng.