Susunan Badan Pengurus Pusat GPPU Periode 2022-2026 dilantik oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan diwakili oleh Dirbitpro Agung Suganda
POULTRYINDONESIA, Tangerang – Asosiasi Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) menggelar kongres 4 tahunan dengan agenda membahas Anggaran dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), mengesahkan laporan pertanggungjawaban BPP GPPU periode 2018-2022 serta memilih Ketua Umum dan Badan Pengurus Pusat (BPP). Rangkaian acara yang digelar di Grand Ballroom Atria Hotel Tangerang, Banten, pada Senin-Rabu 25-27 Juli 2022 telah menghasilkan keputusan dimana Achmad Dawami kembali terpilih menjadi Ketua Umum periode 2022-2026.
Baca juga : Tantangan dalam Pengembangan Bisnis Perunggasan
Berdasarkan penuturan dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, Selasa, (26/7) menjelaskan bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Ia menerangkan bahwa di berbagai negara sedang terancam dengan berbagai persoalan. “Kita diporak-porandakan kehidupannya oleh Covid-19. Belum selesai Covid, datang perang Ukraina dan Rusia. Dimana kita tahu mereka adalah negara sumber energi dan bahan pangan. Belum selesai itu, kita dihadapkan oleh climate change dan hal ini yang sedang ditakutkan oleh seluruh dunia. Negara yang suka mengekspor bahan pangannya sekarang menahan untuk stok negara masing – masing,” jelasnya.
Maka dari itu, Nasrullah menantikan sebuah gagasan dari GPPU untuk bisa berjalan dan bergerak beriringan demi kemajuan industri perunggasan di Indonesia. “Pak ketua yang terpilih, saya mohon ini jadi perhatian. Mudah-mudahan kepengurusan ke depannya lebih baik dan tatanan organisasinya lebih kompak. Kami tunggu rekomendasi dari GPPU, akan kemana arah tujuan dari GPPU. Saya mewakili Mentan, akan mendukung GPPU dengan Catatan kita adalah mitra. Mari kita lawan krisis pangan, karena 230 juta orang menanti kita untuk makan. Tumbangnya pangan adalah awal dari tumbangnya sebuah negara,” ungkap Nasrullah.
Selanjutnya menurut Direktur Perbibitan dan Produksi, Agung Suganda, Rabu, (27/7) menuturkan bahwa kemajuan perunggasan semakin pesat seiring dengan meningkatnya produksi ayam ras, yang secara rata-rata melebihi kebutuhan yang ada. “Kondisi ini tentu dari sisi produksi merupakan prestasi yang harus kita jaga, apalagi saat ini secara global dihadapkan dengan krisis pangan global. Di sisi lain, kelebihan produksi ini juga menjadi PR dan tantangan bagi kita semua,” ungkap Agung.
Masih dalam acara yang sama, menurut Ketua Umum GPPU periode 2022-2026, Achmad Dawami (27/7) mengatakan bahwa saat ini secara global memang sedang menghadapi era baru, hal ini merupakan tantangan yang luar biasa dimana kita memerlukan perlunya Konsolidasi dan Kolaborasi untuk Mengahadapi Tantangan Era Disrupsi. “Perubahannya memang macam-macam, apalagi sejak pandemi, perubahan dipercepat meski sebenarnya sudah kita perkirakan. Era disrupsi adalah era di mana terjadinya perubahan masif yang mengubah sistem dan tatanan bisnis yang lebih baru. Disrupsi sendiri utamanya disebabkan oleh adanya inovasi-inovasi dan kreativitas baru. Kami semua (pengurus BPP) meminta doa agar dapat melaksanakan tugas dengan baik,” Tutup Dawami. Domi, Diana
Berikut susunan kepengurusan BPP GPPU periode 2022-2026 hasil Kongres XIII
Ketua Umum                        : Achmad Dawami
Ketua 1                                : Agoes Haryoko
Ketua 2                                : Djono
Ketua 3                                : Eko Parwanto
Ketua 4                                : Asrokh Nawawi
Ketua 5                                : Wahyu Nugroho
Sekretaris Jenderal             : Krissantono
Wakil Sekretaris Jenderal   : Chandra Gunawan
Bendahara                          : Erwan Julianto