itik dalam kandang pemeliharaan intensif
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Salah satu asosiasi yang bergerak dalam ilmu penelitian di bidang perunggasan yaitu Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia telah sukses menggelar Kongres ke-5 yang diadakan secara daring Rabu (23/12).
Salah satu agenda dari kongres ke-5 MIPI yaitu memilih ketua sekaligus serah terima kepengurusan. Untuk diketahui bersama, MIPI merupakan sebuah organisasi yang menginduk kepada asosiasi ilmuan perunggasan dunia yaitu World Poultry Science Association (WPSA).
Dalam acara tersebut, ada juga seminar nasional dengan pembicara kunci yakni Dirjen PKH Nasrullah dan dilanjut dengan pembahasan mengenai kondisi perunggasan dunia oleh Sekjen WPSA, Roel Mulder.
Menurut Dirjen PKH Nasrullah, ia berharap agar MIPI bisa menjadi sebuah asosiasi yang dapat ikut serta dalam memecahkan permasalahan klasik di bidang ayam ras pedaging dari sisi supply dan demand.
Baca Juga: Penggunaan Azolla dan Enzim Selulase Mampu Meningkatkan Performa Itik Kerinci
“Di balik kesuksesan para peternak kita dalam budi daya, namun masih terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand yang membuat harga livebird terus terjadi fluktuasi. Saya berharap agar MIPI dapat ikut membantu agar masalah ini dapat terselesaikan,” ujar Nasrullah.
Selanjutnya menurut Sekjen WPSA Roel Mulder, situasi perunggasan khususnya untuk komoditas ayam petelur saat ini memang sedang dalam situasi yang sulit.
“Beberapa faktor di antaranya yaitu terkait dengan harga pakan yang cukup tinggi dan akan tetap tinggi. Selain itu penyakit AI yang menyebar cukup cekat juga masih menjadi penyebab sulitnya perdagangan komoditas dalam skala global,” jelasnya.
Agenda terakhir di kongres tersebut adalah memilih ketua umum yang akan memimpin MIPI selama periode jabatan 2020-2025. Pada akhirnya, Kongres Ke-5 MIPI memutuskan dan menetapkan Prof. Arnold Sinurat menjadi Ketua MIPI selama 5 tahun ke depan.