Tanya :
Saya memiliki ayam umur 1 minggu yang terlihat susah bernapas. Saat dibedah ditemukan seperti jamur di sekitar organ pernapasannya dan bungkul-bungkul putih di hati. Penyakit apa yang menyerang ayam saya? Apakah bisa ditangani?
Bapak Yanto
Wonosobo – Jawa Tengah
 
Jawab :
Yth. Bapak Yanto, terima kasih atas pertanyaannya. Dari gejala klinis dan perubahan patologi anatomi ayam yang telah Bapak sebutkan bisa didiagnosa bahwa ayam Bapak terkena penyakit jamur.
Jamur yang sering menyerang ayam salah satunya yakni Aspergillus sp. Kapang atau spora Aspergillus sp. ini bisa tumbuh mengontaminasi air minum, bahan baku ransum maupun ransum jadi. Selain tumbuh dan mengontaminasi bahan baku ransum, jamur juga bisa ditemukan di litter yang kotor dan lembap, lantai kayu, serta debu. Jamur pun sering menyerang farm dengan manajemen sanitasi yang kurang sesuai atau tingkat kepadatannya tinggi.
Foto. Dok. Medion
Nodul di hati (kiri) dan bungkul bungkul di kantung udara (kanan)
Dalam bentuk akut jamur Aspergillus sp. mempunyai gejala seperti penurunan nafsu makan, mengantuk, lesu, sulit bernapas, kepala kebiruan, dan mata tertutup cairan kental kekuningan akibat infeksi jamur pada mata ayam. Saat bedah ayam, akan ditemukan bentuk radang paru yang tersebar, berbentuk bungkul kecil dan radang kantung udara. Selain itu sering dijumpai cairan bernanah yang berwarna hijau kekuningan, selaput kantung udara menebal dengan pertumbuhan jamur berwarna putih pada permukaannya. Penyakit jamur Aspergillus sp. yang menyerang ayam muda menyebabkan kematian tinggi dan bentuk kronis biasanya terjadi pada ayam dewasa dan akan terjadi penurunan berat badan secara cepat karena nafsu makan yang menurun, penurunan produksi telur, penurunan daya tetas telur dan imunosupresi.
Akibat dari adanya infeksi jamur pada ternak Bapak, ayam kemudian terganggu aktivitasnya seperti aktivitas mengonsumsi ransum. Tumbuhnya jamur juga akan mengambil sebagian nutrisi ransum sehingga asupan nutrisi bagi ayam tidak tercukupi. Kondisi ini berakibat pada rendahnya nutrisi yang diserap tubuh dan pada akhirnya produktivitas menurun. Ketika terserang penyakit jamur, sistem kekebalan tubuh ayam juga menurun akibat berkurangnya produksi antibodi. Kondisi ini dapat diperparah oleh kondisi stres dan memudahkan munculnya penyakit lain.
Penanganan dan Pengendalian Kejadian Aspergillosis
Saat penyakit jamur menyerang, ayam dengan kondisi parah sebaiknya segera dipisahkan untuk diafkir. Sedangkan ayam yang terserang penyakit jamur ringan bisa diobati dengan pemberian obat antijamur. Untuk kasus serangan jamur Aspergillus dapat diberi Copper sulfate 1 gr/5 liter air minum selama 3 hari atau nistatin (100 gr/ton pakan. Selain itu, untuk membantu meningkatkan stamina tubuh ayam berikan juga vitamin konsentrasi tinggi seperti Fortevit.
Setelah mempelajari bahaya, sumber kontaminasi, gejala klinis dan perubahan patologi anatomi dari penyakit Aspergillosis, kita sebagai peternak perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan kasus Aspergillosis ini. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain:
• Sanitasi dan desinfeksi gudang pakan, egg tray, peti telur, keranjang ayam, dll., sebelum digunakan.
• Lakukan pemeriksaan kualitas bahan baku ransum secara rutin, terutama saat kedatangan bahan baku.
• Usahakan kadar air bahan baku atau ransum <14%. Selama penyimpanan bahan baku atau ransum, hendaknya dilakukan pengecekan secara rutin dan jika teridentifikasi ada jamur yang tumbuh, segera panaskan (>71-100°C) atau jemur ransum agar jamurnya mati. Berikan bahan penghambat pertumbuhan jamur (mold inhibitor) seperti asam propionat (0,5-1,5 g/kg ransum) saat kondisi cuaca kurang baik, terutama musim penghujan.
Foto. Dok. Medion
• Selain itu, bisa ditambahkan dengan penggunaan obat herbal yang dapat mencegah kerusakan hati seperti Heprofit. Heprofit merupakan sediaan cair yang mengandung ekstrak nimba melindungi sel hati dari kerusakan dan mengoptimalkan performa ayam.
• Aspergillosis tidak hanya mengontaminasi pakan, namun bisa juga tumbuh di sekam maupun peralatan kandang yang terbuat dari kayu atau bambu. Oleh karena itu, kebersihan dan kelembapannya harus diperhatikan. Jika sistem kandang postal, gunakan sekam yang kering, tambah ketebalan sekam (8-12 cm) dan segera ambil dan ganti sekam yang basah.
• Bersihkan tempat pakan dan tempat minum. Setelah disikat dan dicuci, tempat pakan dan tempat minum direndam dalam Medisep. Apabila menggunakan tempat minum talang (pipa PVC), disikat dan dibilas dengan air bersih.
• Sisa pakan yang basah dan menggumpal di tempat pakan harus segera dibersihkan agar tidak ditumbuhi jamur.
• Pada gudang penyimpanan pakan, gunakan pallet (dengan tinggi 5-15 cm) di bawah tumpukan pakan. Usahakan pakan tidak menempel pada dinding. Berikan jarak minimal 50 cm dari dinding gudang. Tumpukan pallet ke atas maksimum 3 pallet, masing-masing pallet berisi 6 tumpukan karung pakan.
Meski jarang ditemukan di peternakan, penyakit ini tetap tidak boleh kita anggap sepele. Jangan sampai jamur lebih dulu mengontaminasi hingga menyebabkan kerugian yang tidak sebanding dengan performa ayam yang didapatkan. Semoga bermanfaat. Salam.
Artikel ini merupakan Konsul Medion dari artikel lengkap di Majalah Poultry Indonesia edisi November 2019. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153