Perbaikan secara holistik diperlukan untuk menyelesaikan masalah drop produksi
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Mencegah terjadinya penurunan produksi akibat penyakit merupakan hal yang sangat diusahakan oleh peternak untuk mencegah timbulnya kerugian pada proses produksi. Pembahasan tersebut dilakukan pada webinar ‘Mengatasi Drop Produksi Telur dengan Manajemen Holistik’ melalui Zoom, Rabu (5/5).
Pada acara webinar yang sekaligus menjadi launching buku berjudul ‘Kumpulan Pembahasan Penyakit Unggas Aktual’, drh. Baskoro Tri Caroko selaku National Poultry Technical Consultant mengatakan bahwa penyebab drop produksi yang ditemukan di lapangan merupakan hal yang kompleks. Gejala klinis yang terlihat pun samar-samar. 
“Sulit untuk kita menemukan gejala klinis yang komplit sebagaimana yang kita baca di buku. Penyakit yang timbul oleh beberapa faktor seperti manusia, hewan, dan pengaruh lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Manajemen Pakan Ayam Petelur Fase Produksi
Dalam hal lingkungan, Baskoro melanjutkan bahwa perubahan iklim global menyebabkan kelangkaan bahan baku yang berpengaruh pada kualitas pakan. Selanjutnya perubahan cuaca yang ekstrem menimbulkan stres yang berlebihan pada ayam serta udara lembab dan bau amonia turut memicu timbulnya penyakit pada ayam.
“Peternak saat ini sudah menyadari bahwa pergantian musim sangat berpengaruh pada penurunan produksi. Kita yang harus mau mengoreksi agar perubahan tersebut tidak berpengaruh terlalu dalam pada ayam,” kata dia.
Baskoro menekankan bahwa penanganan secara terpisah tidak bisa diterapkan untuk menangani kasus penurunan produksi, tetapi harus dilakukan dengan adanya pemikiran untuk penyelesaian secara holistik. Pendekatan holistik ini dilakukan dengan perbaikan dari berbagai faktor penyebab penyakit.
“Kita lihat, misalnya bagaimana biosekuritinya, kemudian kita lihat vaksinasinya, higiene sanitasinya, dan kerja operator kandangnya. Jangan-jangan ada yang keliru. Sebagai praktisi, hendaknya memerhatikan faktor-faktor tersebut dengan saksama, sehingga ketika hendak mengambil kesimpulan untuk saran kepada peternak, menjadi lebih akurat,” pungkasnya.