Penjaminan keamanan pangan sumber protein hewani dengan menerapkan program Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Masyarakat Indonesia rata-rata mengonsumsi protein sebesar 62,43 gram per kapita per hari, dengan rata-rata konsumsi protein hewani sebesar 15,81 gram per kapita per hari atau sebesar 25,32% dari total konsumsi protein hariannya. Data dari hasil Susenas tahun 2019 menunjukkan pula bahwa ternyata konsumsi protein hewani yang sebesar 25,32% dari total konsumsi protein, masih lebih kecil dari konsumsi protein dari padi-padian yang sebesar 30,43%. Padahal, dari data Susenas tersebut disebutkan pula bahwa rata-rata pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Indonesia adalah sebesar Rp1.205.862, dengan 49,21% dari pengeluaran tersebut atau sebesar Rp593.450 digunakan untuk keperluan makanan, termasuk pangan protein hewani.

Angka konsumsi protein hewani hasil unggas masyarakat Indonesia yang masih rendah perlu ditingkatkan.

Angka konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia yang masih sangat rendah itu perlu ditingkatkan, apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 sangat dibutuhkan asupan gizi sumber protein hewani yang mencukupi demi mendukung pembentukan sistem imun untuk menangkal terjangkit penyakit COVID-19.
Daging ayam misalnya, menurut data Kementerian Kesehatan RI, kandungan protein di dalamnya adalah sebesar 100 gram atau 18,2% (lihat Tabel 1), dengan harga yang relatif murah, yakni sebesar Rp165/gram. Demikian juga dengan ketersediaannya di dalam negeri bahkan telah surplus, dengan harga yang terjangkau. Kelebihan lain produk hasil unggas adalah produktivitasnya yang tinggi dan cepat, sehingga dari segi ketersediaannya lebih stabil dibanding dengan sumber protein hewani lainnya. 
 Tabel 1. Kandungan protein hewani berbagai produk segar (per 100 gr)
Nama komoditas segar
Kandungan protein (gr)
Daging sapi segar (kurus)
19,6
Daging sapi segar (sedang)
18,8
Daging ayam segar
18,2
Daging kambing segar
16,6
Telur ayam ras segar
12,4
Telur bebek alabio segar
11,8
Susu kambing segar
4,3
Susu sapi segar
3,2
Susu kuda segar
2,0
Sumber: Kemenkes, 2020
Baca Juga: Pentingnya Penerapan Keamanan Pangan Produk Unggas
Tabel 2. Kandungan protein hewani berbagai produk olahan (per 100 gr)
Nama komoditas olahan
Kandungan protein (gr)
Ayam goreng kalasan (paha)
37,4
Ayam goreng Kentucky (paha)
32,1
Keju
22,8
Rendang sapi
22,6
Telur bebek dadar
20,0
Telur ayam dadar
16,3
Abon sapi
18,0
Sosis sapi
14,5
Gulai kambing
4,2
yoghurt
3,3
Sumber: Kemenkes, 2020
Produk hasil unggas seperti sumber protein hewani lain pada umumnya, bersifat mudah rusak, dan memiliki potensi bahaya baik bahaya biologis, kimiawi, maupun fisik. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan dan menjaga aspek keamanan pangannya. Untuk mengantisipasi ancaman bahaya tersebut, sangat diperlukan penerapan penjaminan keamanan pangan sumber protein hewani yang dikenal sebagai program Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Khusus untuk halal, regulasi yang berlaku telah mewajibkan setiap produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia untuk memiliki sertifikat halal. Hal itu dimaksudkan untuk menjamin ketenteraman batin masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Produk protein hewani yang akan mendapatkan sertifikat halal harus memiliki persyaratan standar berikut ini yakni, penyembelihan dilaksanakan dengan niat menyembelih sesuai Syariat Islam; penyembelihan dilakukan dengan mengalirkan darah melalui pemotongan 4 (empat) saluran: saluran makanan (esophagus), saluran pernafasan/tenggorokan (trachea), dan dua pembuluh darah (vena jugularis dan arteri carotids); penyembelihan dilakukan dengan satu kali dan secara cepat; memastikan adanya aliran darah dan/atau gerakan ternak, sebagai tanda hidupnya ternak; serta memastikan matinya ternak disebabkan oleh penyembelihan tersebut.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2021 dengan judul “Konsumsi Produk Hasil Unggas dan Aspek Keamanannya”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153