Saat ini banyak isu mengenai peredaran telur fertil di pasaran (sumber gambar: todaysparent.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Isu peredaran telur fertil di pasaran yang terjadi beberapa waktu ini menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat Indonesia. Kecemasan akan asal usul serta keamanan pangan dari telur tersebut menimbulkan tanggapan yang beragam di masyarakat.
Merespon keresahan yang terjadi, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bogor mengadakan edukasi online dengan tema “Misleading Telur Fertil vs Infertil untuk Konsumsi Masyarakat” melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (21/5).
Wayan Suadnyana S.Pt, Ketua ISPI PC Bogor mengungkapkan bahwa banyak informasi dan anggapan yang kurang tepat beredar di masyarakat saat ini. Ia menjelaskan secara teknis, asal usul dari telur tetas (HE) dan telur konsumsi dari kacamata seorang praktisi.
“Banyak hoax yag muncul di masyarakat seperti telur HE ketika dibiarkan di kulkas atau di ruangan terbuka akan menetas menjadi anak ayam, hal itu mustahil karena untuk penetasan butuh lingkungan yang sesuai dan stabil,” jelasnya.
Baca Juga: Fapet Unpad Gelar Webinar Keamanan Pangan dari Telur Tetas
Hj. Yane Ardian Bima Arya, Ketua PKK Kota Bogor dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap bulan ramadan selalu saja terdapat isu terkait pangan yang marak diperbincangkan masyarakat dan untuk saat ini isu peredaran telur infertil menarik untuk diangkat dan dibahas.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada acara ini, sebagai upaya untuk mengedukasi dan menambah wawasan masyarakat atas isu yang saat ini beredar,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS, Guru Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan IPB, juga menjelaskan bahwa perlu adanya upaya pelurusan informasi yang kurang tepat dan telah luar biasa menyebar di media saat ini terkait telur.
“Sebenarnya dalam proses pembentukan telur, baik berasal dari petelur komersial atau industri pembibitan, selama ayam yang menghasilkan sehat, maka telur itu layak dikonsumsi,” tegasnya.
Dirinya juga mengingatkan untuk lebih memerhatikan cara penyimpanan dan pemasakan telur untuk menghindari cemaran yang mungkin terjadi.Sandi