POULTRYINDONESIA, Blitar – Sebagai wujud pertanggung jawaban pengurus pada semua anggota, koperasi Berkah Telur Blitar (BTB) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana di Balai Desa Duren Kec. Talun Kab. Blitar. Minggu, (04/02). Berdasarkan keterangan tertulis, Koperasi BTB adalah kumpulan peternak rakyat dan pelaku UMKM berbasis peternakan yang beranggotakan sebagian besar professional muda yang sarjana di bidangnya yang daerah operasioanlnya di kawasan Blitar Timur. Anggota yang tergabung terdiri dari peternak ayam petelur, peternak kambing/domba, peternak ikan dan UMKM produsen pangan.
Ketua Umum Koperasi BTB, Yesi Yuni Astuti menyampaikan bahwa muncul pertama kali ide untuk membuat wadah legal formal di kawasan Blitar timur sebagai wadah peternak rakyat, pada bulan Sebtember 2021. Namun baru tanggal 8 Juli 2023 tercapailah kesepakatan untuk membuat sebuah wadah berbentuk koperasi. Dalam dinamikannya pada 23 Juli 2023 terbit akta dari Kemenkumham dan secara resmi di launching oleh bapak direktur SPHP Badan Pangan Nasional pada 2 Sebtember 2023.
“Dalam 4 bulan beroperasi, Alhamdulillah per 31 Desember 2023 koperasi Berkah Telur Blitar bisa membuat Laporan pertanggung jawaban pengurus, pengawas tahun buku 2023 dan rencana kerja & rencana anggaran belanja tahun buku 2024. Dan hari ini kami kami adakan Rapat Anggota Tahunan sebagai wujud pertanggung jawaban pengurus pada semua anggota. Selain itu, dalam RAT ini juga dibagikan SHU kepada anggota yg terlibat dalam tiap-tiap unit usaha,” jelasnya.
Sementara itu, dalam acara RAT tersebut juga dimandaatkan untuk rapat koordinasi bagi para anggota dalam menghadapi situasi yang sulit perunggasan saat ini. Dimana harga pakan yang terus naik dan harga telur yang masih di bawah HPP.
“Sudah 2 bulan lebih jagung harganya jauh diatas HPP normal. Dan harga jagung disini terakhir telah mencapai Rp9.300,00 rupiah, sedangkan harga telur jauh dibawah HPP normal, terendah menyentuh Rp21.000,00. Tingginya harga jagung ini ditengarai karena tidak adanya jagung lokal, dampak dari kekeringan fenomena el nino tahun lalu yang menyebabkan musim tanam mundur atau bergeser. Kalaupun ada yang tanam, hasilnya jelek,” ujar Yesi.
Yesi meneruskan, tentu hal ini adalah masa-masa sulit bagi peternak rakyat. Dirinya berharap semoga ke depan ada kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang strategis yang bisa cepat mengatasi persoalan peternak rakyat di kala sulit ini.
“Semoga dengan adanya RAT dan Rakoor anggota koperasi BTB ini, teman-teman peternak kecil mikro ini tetap semangat dalam menjalani usahanya walaupun saat ini adalah masa-masa yang amat sulit bagi peternak. Kami berharap ke depan para pemangku kebijakan bisa cepat dan tepat dalam mitigasi bencana. Dimana adanya el nino ini, termasuk bencana untuk ketahanan pangan. Semoga ke depan penangannya menjadi lebih baik. Dan saat ini bantuan jagung yang merata sangat dibutuhkan,” harapnya.