POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam rangka pembangunan generasi penerus bangsa, beberapa waktu ke belakang pemerintah terus berupaya untuk mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat. Berbagai program dan kebijakan pun telah dan akan dilaksanakan untuk mendukung hal tersebut.
Seperti halnya, Program Pemenuhan Pangan Nasional yang digagas oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan bekerja sama dengan berbagai BUMN pangan, salah satunya PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI). Untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut, RNI menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa Koperasi Peternak Ayam dan Telur yang bertempat di Gedung Waskita Rajawali Tower, Jakarta, Senin (7/1).
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia, Sis Apik Wijayanto meminta kerja sama dari semua peternak, terkhusus koperasi peternak ayam dan telur untuk turut mensukseskan program nasional ini. Untuk itulah penandatangan nota kesepahaman ini menjadi hal yang penting.
“Kami juga turut bangga dan mengapresiasi atas kesuksesan bersama program pengentasan stunting tahun lalu. Kesuksesan ini tentunya berkat kerja sama yang apik antara PT RNI dan para peternak ayam dan telur,”.
Sementara itu, Yesi Yuni Astuti selaku Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar (Koperasi BTB) sebagai salah satu koperasi yang melakukan penandatangan nota kesepahaman ini, menyatakan siap untuk mendukung prognas MBG dan program pengentasan stunting, dengan produk utamanya telur dan beras.
“Semoga kerja sama ini dapat menciptakan kesempatan bagi para peternak rakyat UMKM untuk bisa tetap eksis. Dimana hasil produksi kami dapat diserap dengan harga yang wajar, sehingga produsen dan konsumen pun bisa tersenyum bersama,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sugeng Wahyudi selaku Ketua Koperasi Wira Sakti Utama menyambut baik penandatangan nota kesepahaman ini. Melalui kerja sama ini, pihaknya siap mendukung atau mensupply daging ayam sewaktu-waktu dibutuhkan. Tidak hanya berkaitan dengan program MBG semata, namun juga termasuk berbagai program pemenuhan pangan nasional yang lain.
“Dengan kerja sama ini, secara umu kami berharap dapat meningkatkan demand akan livebird, sehingga harga di peternak pun juga bisa semakin baik. Selain itu, semoga hal ini juga membuka pasar baru bagi para peternak broiler mandiri, terlebih yang bergabung dalam koperasi,” tambah Sugeng.