POULTRYINDONESIA, Malang – Telur asin yang sudah biasa beredar di pasaran adalah telur asin yang terbuat dengan bahan dasar telur bebek. Namun, akhir – akhir ini sedang berkembang telur asin dengan bahan dasar kuning telur ayam ras atau biasa dikenal dengan cured egg yolk.
Baca juga : Menilik Peluang Pangan Alternatif Olahan Telur
Menurut Dr.Ir.Imam Thohari. MP.IPM. Asean Eng, Ketua Minat Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan (Fapet), Universitas Brawijaya (UB), Malang, cured egg yolk merupakan produk olahan yang belum populer di Indonesia. Produk olahan ini mirip dengan telur asin.
“Namun,pada proses pembuatannya cured egg yolk hanya digunakan kuning telurnya untuk kemudian diasingkan dengan pemeraman di dalam campuran garam dan gula,” tegasnya saat memberi pelatihan secara online via Zoom Meeting,dengan tema ‘Pengembangan Produk Olahan Produk Egg Yolk, Melalui Hurdle Teknologi dalam Upaya Penguatan Wirausaha’ pada Senin (8/11) yang diadakan oleh Fapet UB.
Imam menjelaskan bahwa cured egg yolk ini dapat digunakan sebagai pengganti keju parut yang bisa digunakan untuk tambahan pada makanan seperti salad, nasi goreng, spagetti, dan makanan lainnya, yang bisa menjadi bahan untuk penguat rasa, penambah gizi, dan memberi warna pada makanan.
Menurutnya cara pembuatan cured egg yolk terbilang mudah, langkah – langkahnya Pertama memecahkan telur untuk memisahkan putih dan kuning telur, kedua membuat campuran antara garam dapur dan gula,dengan takaran ¾ kg garam dapur dicampur dengan ¼ kg gula. Ketiga menuangkan campuran ini di atas loyang secara menyeluruh dengan ketebalan sekitar 2 cm. Keempat membuatkan lubang seukuran kuning telur.
Kelima meletakkan kuning telur dalam lubang itu serta menutupi bagian atas kuning telur dengan campuran tadi. Keenam menyegel loyang dengan plastic wrap dan dibuat sedikit lubang udara. Ketujuh memasukkan ke dalam refrigerator untuk proses penggaraman. Kedelapan memasukkan dalam oven pada suhu 140°F atau 60°C selama sekitar 2 jam.