Kunjungan Dekan Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed), Prof. Dr. Triana Setyawardani, S. Pt, MP, beserta jajarannya, ke PT ASR Prima Sejahtera, Jumat (20/5).
Kunjungan Dekan Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed), Prof. Dr. Triana Setyawardani, S. Pt, MP, beserta jajarannya, ke PT ASR Prima Sejahtera, Jumat (20/5).
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam rangka menjalin hubungan kerjasama, Dekan Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed), Prof. Dr. Triana Setyawardani, S. Pt,  MP,  beserta jajarannya melakukan kunjungan ke PT ASR Prima Sejahtera, Jumat (20/5). Kunjungan ini, sekaligus meninjau realisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disetujui dan ditandatangani kedua belah pihak beberapa waktu yang lalu.
Hendra Herman, sebagai perwakilan PT ASR mengundang tim Fapet Unsoed untuk menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan rumah herbal di daerah Walantaka, Serang, Banten. Dirinya menyampaikan bahwa PT ASR merupakan satu-satunya industri perunggasan di wilayah Banten yang menggunakan herbal murni sebagai alternatif pengganti antibiotik yang juga berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan (growth promotor) serta penunjang sistem kekebalan tubuh ayam secara alami.
“Ayam yang dipelihara di farm kami (farm limus) sama sekali tidak menggunakan antibiotik atau preparat  kimia sejenis antibiotik,” ucapnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Hendra juga menegaskan bahwa ayam yang diproduksi oleh PT ASR, merupakan ayam bebas antibiotik dan mutlak menggunakan herbal murni yang diproduksi oleh PT ASR Sefticov Prima. Selain itu dirinya juga menjelaskan tentang latar belakang tujuan pembangunan rumah produksi herbal yang dilakukan oleh PT ASR.
“Untuk menghasilkan 0,8 hingga 1 kg herbal murni dalam bentuk tepung halus, diperlukan sekitar 10 kg bahan baku herbal basah. Oleh karena itu PT ASR Sefticov Prima, sebagai produsen produk herbal untuk ayam, perlu menambah kapasitas produksi,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Dwidjo Harsono, selaku Kepala Bidang Produksi Peternakan, Dinas Pertanian dan Suyatno, selaku Penyuluh Pertanian Madya Provinsi Banten, Suyatno. Pada sambutannya, Dwidjo menyambut baik pemakaian produk herbal pada ayam yang dipeilhara oleh PT ASR. Menurutnya, hal ini dapat memberikan peluang pada kelompok tani di daerah Banten untuk menjadi supplier bahan baku herbal.
“Kami sangat mendukung industri perunggasan yang menggunakan produk herbal. Kedepannya bisa menjadi karkas yang dapat diekspor ke negara-negara yang ketat dalam kontrol residu antibiotik yang ada pada daging ayam,” ucap Dwidjo.
Sementara itu, Prof. Dr. Triana Setyawardani, S. Pt, MP, Dekan Fapet Unsoed menjelaskan bahwa beberapa saat setelah penandatanganan PKS, pihaknya telah mengirimkan 8 orang fresh graduate untuk menjadi tim analis herbal (Herbal Analyst) di perusahaan yang menggunakan seratus persen herbal murni ini. Selain itu, Triana juga menyambut baik rencana pembangunan rumah produksi herbal ini.
“Rumah produksi herbal bisa dijadikan tempat magang, kerja praktek, dan penelitian, baik untuk mahasiswa, alumni maupun para dosen, selain farm,” ungkapnya.