[Foto: PWI Pusat]
POULTRYINDONESIA, Bogor – Target pemenuhan protein hewani untuk puluhan juta penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempatkan telur dan daging ayam dalam posisi strategis pada 2026. Skala kebutuhan yang membesar menuntut kesiapan produksi sejak hulu, terutama di tingkat peternak. Untuk mengamankan pasokan ayam dan telur, pemerintah berencana menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 50 triliun kepada peternak ayam, koperasi, dan UMKM perunggasan dengan bunga 3 persen.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, skema pembiayaan tersebut diarahkan langsung untuk mendukung kebutuhan MBG. “Ini KUR kita keluarkan Rp 50 triliun untuk peternak mensuplai MBG,” ujar Amran saat memberikan pembekalan kepada ratusan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bogor, Jumat (30/1).
Pembiayaan ini tidak terlepas dari target pemenuhan protein hewani nasional. Amran berharap, peternak penerima KUR dapat membantu suplai telur dan daging ayam seiring perluasan cakupan MBG. Kebutuhan nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 1 juta ton telur dan 1,5 juta ton daging ayam. Dari total tersebut, program MBG menyerap porsi yang besar, yakni 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton daging ayam, untuk disalurkan ke 82,9 juta penerima manfaat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG telah menunjukkan perkembangan signifikan. “Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta, lebih sedikit. 60 juta jadi sudah tembus angka 60 juta,” kata Zulkifli Hasan di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1).
Ia juga menyebut, program tersebut telah menyerap hampir 1 juta tenaga kerja, dengan sebagian di antaranya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Seiring dengan itu, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana MBG menargetkan cakupan program meningkat hingga 82,9 juta penerima manfaat pada 2026.
Dengan lonjakan kebutuhan tersebut, pemerintah mengarahkan pembiayaan, investasi, dan penguatan hulu perunggasan secara paralel agar peningkatan permintaan tidak kembali menekan peternak dan rantai pasok.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia