POULTRYINDONESIA, Jakarta – Peternakan ayam petelur merupakan jenis usaha yang membutuhkan ketelitian dan pengelolaan yang baik untuk memaksimalkan keuntungan. Untuk itu, saat ini banyak peternak yang memadukan teknologi dalam kegiatan usahanya. Dengan menggunakan sistem teknologi yang tepat, peternak dapat membuat keputusan yang baik untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis. Berangkat dari hal tersebut, dalam serangkaian acara pameran ILDEX 2021, Agile Technica menggelar webinar bertema “Digital Transformation in Layer Farms and Beyond”. Acara yang terselenggara secara daring, Kamis (25/11) ini banyak membicarakan terkait jenis sistem teknologi yang cocok untuk bisnis peternakan ayam petelur serta cara untuk menginterpretasikan data yang telah terkumpul untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Baca juga : Jatim Kontributor Utama Peternakan Layer
Selanjutnya menurut Arvy Budiarto, Co-Founder Agile Technica menjelaskan bahwa bisnis ayam petelur itu tidak sama dengan bisnis manufaktur biasa. Hal ini dikarenakan berhubungan dengan makhluk hidup, sehingga HPP dalam setiap kilogram telur itu tidak sama setiap waktunya.
“Dengan tantangan tersebut, sistem yang cocok seharusnya bisa menghitung hal tersebut dengan otomatis. Selain itu, sistem yang baik seharusnya juga dapat disesuaikan untuk peternakan ayam petelur yang dapat memproses statistik spesifik industri seperti FCR, Hen Day, Hen House,” terang Arvy.
Lebih lanjut Arvy menjelaskan bahwa sistem yang bagus merupakan sistem yang dapat tumbuh seiring berkembangnya bisnis ayam petelur telur. Semakin besar bisnis, maka semakin komplek data yang harus diproses.
”Selain itu, sistem yang digunakan harus saling terintegrasi. Secara garis besar, working system IT bukan hanya berkaitan dengan teknologi, namun didalamnya juga termasuk standart operations prosedure (SOP), sistem teknisnya serta kualitas sumber daya manusianya,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan bahwa sistem dalam bisnis peternakan ayam petelur juga harus tercatat dan terlaporkan dengan baik dan terintegrasi. Arvy melanjutkan bahwa dalam membuat sistem yang bagus, terdapat elemen-elemen yang dapat membuat sistem tersebut menjadi komplit seperti akuntansi, pembelian, penjualan, manajemen stok dan logistik, manajemen pemeliharaan, SDM dan keamanan digital. Kemudian sistem harus mempunyai kemampuan untuk membesar bersama bisnis. Selain itu, sistem yang bagus harus dapat bersifat fleksibel sesuai kondisi bisnis.
“Sebagaimana kondisi bisnis yang berubah-ubah, sistem yang bagus seharusnya juga dapat menyesuaikan,” tegas Arvy.