Oleh: Elinda Luxitawati*

“Sebagai langkah manajemen nutrien limbah perunggasan, peternak unggas di seluruh Inggris harus melaporkan tingkat ekskresi nitrogen dan fosfor setiap tahunnya mulai 1 Januari 2025 mendatang”

Urgensi keberlanjutan lingkungan industri perunggasan

Beberapa tahun terakhir, para pelaku industri dan pembuat kebijakan di berbagai negara telah menyoroti upaya perwujudan sektor pertanian yang berkelanjutan. Fokus tersebut dimaksudkan agar dapat memenuhi pentingnya kebutuhan pangan saat ini, tanpa harus mengorbankan kemampuan untuk mencukupi kebutuhan pangan generasi mendatang.  Bagaimanapun, pangan adalah kebutuhan pokok yang harus selalu tersedia sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Mengacu pada laman resmi United Nations (UN), populasi dunia diproyeksikan akan mencapai 8,5 miliar orang pada tahun 2030 dan bertambah menjadi 9,7 miliar orang pada tahun 2050. Proyeksi tersebut memberi gambaran betapa pentingnya setiap negara untuk bijak mengelola sumberdaya, sehingga dapat menyisihkan porsi bagi kesejahteraan jangka panjang. 

Sektor peternakan, merupakan salah satu garda terdepan pemenuhan kebutuhan pangan hewani, yang dalam praktiknya tak hanya dapat memberikan keuntungan secara ekonomi dan sosial, namun juga berpotensi untuk menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan hidup. Pertimbangan lingkungan seharusnya menjadi bagian yang terintegrasi dan penting dalam manajemen industri peternakan. Pasalnya, konsep berkelanjutan dalam menjalankan usaha peternakan tidak hanya berbasis pada dimensi ekonomi dan sosial, melainkan juga harus berbasis pada dimensi ekologi (Ratriyanto dan Marfai, 2010; Wahyuni dan Santoso, 2023). 

Tanpa terkecuali, industri unggas sebagai penghasil daging dan telur, harus memenuhi pertimbangan keberlanjutan lingkungan. Limbah industri unggas terdiri atas bulu, tumpahan pakan, limbah hatchery, limbah rumah potong ayam, limbah litter, death birds (bangkai unggas) dan ekskreta. Limbah tersebut dapat mengandung bakteri patogen, logam berat, serta juga dapat mengandung residu obat-obatan yang dapat menimbulkan resiko bagi kesehatan manusia. Beberapa gas yang terbentuk seperti ammonia (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S) dapat mengganggu kesehatan ternak dan manusia. Belum lagi, kandungan nutrien seperti nitrogen (N) dan fosfor (P) yang tinggi dalam ekskreta unggas. Tanpa adanya pemrosesan limbah yang baik, akumulasi signifikan kedua ekskresi nutrien tersebut di dalam lingkungan dapat berpotensi menimbulkan pencemaran air dan tanah (Chen et al., 2009; Richa et. al., 2020). 

Laporan ekskresi nitrogen dan fosfor sektor perunggasan Inggris

Konsekuensi dari intensifikasi peternakan sejak 2011, lingkungan Inggris harus menggendong beban kotoran yang luar biasa. Peternak sebagai pemohon persetujuan terkait perencanaan dan izin lingkungan pendirian kandang unggas, harus memenuhi peraturan pencegahan polusi yang ketat. Mengutip keterangan mengenai peternakan intensif dari laman resmi Badan Lingkungan Hidup (Environment Agency/EA), EA menerapkan peraturan perizinan lingkungan sebagai komitmen untuk menciptakan peternakan yang berkelanjutan serta menekan kerusakan lingkungan. Untuk dapat beroperasi, peternakan unggas intensif dengan kapasitas 40.000 ekor atau lebih, wajib memperoleh izin berdasarkan peraturan perizinan lingkungan. Peternakan yang telah mendapatkan izin tersebut selanjutnya disebut sebagai permitted farms.  Setiap permitted farms akan dilakukan inspeksi setidaknya sekali setiap tiga tahun untuk memastikan peternak patuh terhadap ketentuan-ketentuan yang tercantum pada dokumen Best Available Technique (BAT). Dokumen tersebut menetapkan persyaratan dan level tertentu untuk memonitor dan melaporkan nutrien limbah atau emisi yang dihasilkan oleh permitted farms.

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi November 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi November 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com