POULTRYINDONESIA, Jakarta — Dalam rangka peringatan Dies Natalis Ke-59, Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Faterna Unand) menggelar acara perilisan dan bedah buku Guru Besar Faterna dengan judul “Pengembangan Peternakan dalam Perspektif Guru Besar”. Peluncuran buku 586 halaman yang merupakan kumpulan orasi ilmiah dari 16 Guru Besar Faterna Unand ini dilaksanakan di Peternakan Convention Centre (PCC), Faterna Unand dan disiarkan secara langsung melalui Zoom, Rabu (26/10).
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M.Sc, selaku Guru Besar Faterna Unand, dan juga penulis serta editor buku ini mengatakan bahwa pembuatan buku ini melalui proses yang sangat panjang hingga menjadi satu buku dengan 16 topik bahasan yang meliputi bidang produksi ternak, nutrisi pakan ternak, sosial ekonomi peternakan, reproduksi ternak, dan teknologi hasil ternak. 
”Sesuai dengan tujuan bedah buku ini, kami dengan senang hati menerima kritikan, saran, perbaikan, dan penyempurnaan yang diberikan oleh ketiga pembahas yang semuanya merupakan Guru Besar dalam ilmu Ternak. Melalui saran dan perbaikan yang diberikan, kami harap buku ini kedepannya akan jauh lebih bagus dan mudah dimengerti masyarakat,” terangnya.
Selanjutnya, Dr. Ir. Adrizal, M.Si, selaku Dekan Faterna Unand, menyampaikan apresiasinya kepada para Guru Besar yang telah memberikan sumbangsihnya kepada fakultas dan pengembangan peternakan secara umum.
”Dengan kehadiran buku ini, sebetulnya memberi motivasi kepada kami yang muda-muda. Mudah-mudahan hal ini bisa menajdi motivasi dan pemicu bagi kami untuk bisa berkarya melebihi bapak dan ibu yang telah menyusun buku ini,” ungkapnya.
Turut hadir Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H., yang sekaligus meresmikan peluncuran dan bedah buku Guru Besar FATERNA. Dirinya berharap acara hari ini menjadi momentum yang dapat dicontoh oleh seluruh pihak civitas akademika Universitas Andalas.
”Buku ini adalah contoh konkret bagaimana karya-karya itu tidak pupus oleh waktu dan zaman. Terima kasih kepada Guru Besar yang telah berkontribusi dalam pengembangan keilmuan dan pengembangan pembelajaran di Universitas Andalas,” uncap Yuliandri.
Baca Juga: Solusi Ternak Cerdas dengan Mini Closed House
Sementara itu, Dr. Ing. Uyung Gatot S. Dinata, MT., selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Unand, mengatakan bahwa buku ini tak hanya sekadar buku, tetapi juga memiliki arti, makna, citra, dan reputasi yang bisa dibaca oleh khalayak umum. Uyung juga mengatakan bahwa LPPM mendukung secara penuh segala perilisan buku dari Faterna. Dirinya berharap dengan adanya buku ini, para stakeholder akan tahu siapa saja Guru Besar dari Fakultas Peternakan.
Pembahas pertama, Prof. Ir. Suhubdy, Ph.D yang merupakan Guru Besar Fakultas Peternakan dari Universitas Mataram dengan gamblang memberikan pandangannya untuk perbaikan buku ini, mulai dari judul hingga gaya penulisan. Dirinya berpesan kepada para dosen muda Faterna Unand untuk membaca buku ini karena, dari sekian ratus halaman, ia menemukan konsep berpikir yang sangat strategis, sehingga sangat esensial untuk pengembangan pembelajaran.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Lovita Andriani, M.S, selaku Guru Besar Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran, yang merupakan pembahas kedua dalam acara bedah buku ini mengupas tuntas isi buku karya Guru Besar Faterna UNAND secara detail dan memberikan saran perbaikan di tiap babnya. Dirinya mengatakan bahwa kemampuan UNAND mengumpulkan 16 orasi ilmiah yang kemudian dijadikan sebuah buku merupakan hal yang luar biasa.
Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Yose Rizal, M.Sc, yang menjadi pembahas ketiga dalam acara ini juga turut memberikan saran perbaikan mengenai buku ini secara detail, melengkapi apa yang belum terbahas sebelumnya. Yose mengatakan bahwa orasi ilmiah dari Guru Besar yang sudah lebih dahulu meninggalkan kita tentu dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pengembanan peternakan kedepannya.
Sebagai penutup, Yose menyampaikan bahwa kritik dan saran perbaikan yang diberikan harapannya dapat bermanfaat untuk tulisan itu sendiri agar dapat dibaca dan dicermati oleh masyarakat. ”Buku ini sangat berharga karena dapat digunakan oleh para pengajar dan mahasiswa sebagai landasan berpikir bagaimana peternakan itu dikembangkan,” pungkasnya.