POULTRYINDONESIA, Jakarta – Agenda groundbreaking program hilirisasi perunggasan terintegrasi senilai Rp20 triliun resmi diundur dari rencana awalnya pada akhir Januari menjadi awal bulan Februari. Kabar ini disampaikan langsung oleh CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani kepada pers di Istana Kepresidenan, Rabu (28/1).
“Pokoknya sudah siap, ada 6 (pembangunan) dan semuanya sudah siap. Paling mungkin dimulai awal Februari di 4 lokasi,” kata Rosan.
Meskipun ada penyesuaian tanggal, namun ia meyakini bahwa proses persiapan untuk groundbreaking program tersebut telah selesai. Meski begitu, empat lokasi ini belum diumumkan lebih lanjut secara rinci.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program ini akan dilaksanakan dalam dua tahap besar. Tahap pertama mencakup pelaksanaan di 12 provinsi, sementara tahap kedua akan diperluas mencapai 18 provinsi di berbagai wilayah Indonesia. Peletakan batu pertama atau groundbreaking yang rencana awalnya dilakukan pada 28 Januari 2026, wacananya akan serentak di 12 provinsi.
Langkah ini dirancang agar pengembangan rantai produksi unggas dari hulu hingga hilir berjalan lebih terstruktur dan merata di seluruh negeri. Dana investasi senilai Rp20 triliun yang disiapkan oleh Danantara tersebut direncanakan mencakup pembinaan struktur produksi dari hulu hingga hilir, termasuk dukungan terhadap peternak rakyat UMKM dan koperasi agar tetap kompetitif dan terlindungi dari fluktuasi harga pakan serta bibit ayam usia sehari (DOC).
Meski begitu, informasi lebih lanjut soal tanggal pasti groundbreaking di awal Februari 2026 serta lokasi-lokasinya belum sepenuhnya diumumkan oleh pemerintah. Harapannya, program tersebut dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya peternak kecil.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia