POULTRYINDONESIA, Purwokerto – Industri perunggasan Indonesia telah berkembang sedemikian rupa. Tentu hal ini dibarengi dengan berbagai dinamika dan tantangan yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Merespon hal tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) mengenalkan perkembangan industri perunggasan dalam acara Pembekalan Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa baru (PKKMB) pada Minggu (14/8).
Dalam pemaparannya Ir. Roni Fadilah, S.E., IPU, ASEAN, Eng, selaku alumni sekaligus dari PT New Hope Indonesia  menjelaskan bahwa saat ini mahasiswa baru (maba) Fapet berada di zaman revolusi industri 4.0, dimana poultry business semakin efisien. Pemeliharaan ayam broiler kini sudah bergeser ke pemakaian kandang closed house dan mulai menerapkan aplikasi/internet of things (IoT).
Baca Juga: Berhasil Swasembada Beras, Presiden RI Terima Penghargaan dari IRRI
“Kondisi ini harus menjadi pemicu maba Fapet untuk terus bangga dan semangat berkecimpung di dunia peternakan. Pasalnya, jumlah penduduk dan pendapatan per kapita yang terus meningkat setiap tahun menjadikan dunia peternakan berpotensi untuk terus berkembang,” terangnya.
Dirinya melanjutkan, guna menghadapi dunia perunggasan masa kini, maka maba harus mempersiapkan pengetahuan dengan mengikuti perkuliahan dengan baik. Sebab ada tolok ukur SDM yg diperlukan oleh industri peternakan, seperti pengetahuan (teknis), kemampuan (ability), keterampilan (skills), kearifan (judgement), pengalaman (experience) dan sikap kerja (attitude).