Gumboro dapat menular secara langsung maupun tidak langsung
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Koperasi Peternak Milenial dan BEM Fakultas Peternakan UNPAD menggelar pertemuan bersama sejumlah pelaku bisnis peternak mandiri pada Sabtu (17/7). Acara yang bertajuk Silaturahmi dan Konsolidasi Nasional Insan Peternakan ini digelar secara virtual lewat aplikasi Zoom dengan menghadirkan para tokoh peternak mandiri dari berbagai kalangan serta diikuti pula oleh para mahasiswa peternakan.
Ir. Tri Hardiyanto, selaku Dewan Pembina Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) yang hadir sebagai salah satu narasumber acara tersebut memulai dengan menjelaskan beberapa permasalahan yang ada di perunggasan. Tri mengatakan bahwa akar permasalahan perunggasan nasional ini seperti gunung es dimana masalah yang muncul dipermukaan diantaranya karena harga livebird, harga DOC, dan harga pakan, serta supply demand konsumsi daging ayam dan telur yang masih rendah.
Sedangkan sebenarnya permasalahan di dalamnya ada karena regulasi yang tidak sepenuhnya tepat. Tri menyebut dalam UU No. 18 tahun 2009 junctio UU No.41 tahun 2014 yang dibuat pemerintah dan DPR mendorong untuk full integrasi. Menurut Tri regulasi pusat (PP, Keppres, Permen) dan regulasi daerah (Perda, Pergub, Perbup), tidak ada yang mendorong peternak mandiri untuk memiliki efisiensi tinggi seperti perusahaan integrasi besar, dan justru regulasi semakin mengokohkan bisnis perunggasan bagi peternak mandiri sebagai bisnis berbiaya tinggi di DOC dan pakan.
Baca Juga: Koperasi Peternak Milenial Jabar Jalin Kerjasama dengan Unpad Bangun Kandang Ramah Lingkungan
“Saya berharap para mahasiswa ini nanti hisa meneruskan perjalanan kami. Mahasiswa harus bisa menjadi agent of change, harus berpengetahuan tinggi, mahasiswa harus terkoneksi dengan luas dan harus berjiwa kreatif dan inovatif. Karena kalian lah yang nantinya menjdi regenerasi peternak mandiri maupun sebagai profesional di bisnis peternakan ini,” ucap Tri.
Lebih jauh Tri mengatakan bahwa para mahasiswa juga harus mengetahui apa saja yang sedang terjadi di industri. Para mahasiswa harus terus berpartisipasi dan berkomunikasi aktif dengan stakeholder perunggasan dari tingkat terendah (Lurah) sampai tingkat tertinggi (Presiden).
Masih dalam kesempatan yang sama, Ia juga berharap mahasiswa terus memaksimalkan ruang-ruang diakusi keprofesian dan terlibat dan interaksi stakeholder perunggasan.