Mahasiswa Unsoed yang berhasil menyelesaikan program magang setahun di Jepang
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Di bulan Februari 2021 bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-55 (lustrum XI), Civitas Akademika Fakultas Peternakan Unsoed berhasil menyambut gebrakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui program magang industri selama satu tahun di Jepang.
Dr. rer. nat. AB Susanto, MSc yang merupakan inisiator kerja sama Fakultas Peternakan Unsoed dengan perusahaan di Jepang, mengatakan bahwa program yang menantang dari Mendikbud RI Nadiem Makarim pada tahun 2020 silam adalah dikeluarkannya Permendikbud No. 03/2020 yang salah satunya berisi tentang program Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB) untuk kalangan mahasiswa di perguruan tinggi.
Menurutnya, yang menarik bagi mahasiswa di dalam program tersebut yaitu meminta kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi agar mendorong mahasiswa dapat melakukan proses pembelajaran di luar kampus. Kegiatan boleh dilakukan paling lama dua semester atau setara dengan 40 SKS.
“Bila dicermati, maka kegiatan di luar kampus ini sesungguhnya untuk pengkayaan soft skill bagi para mahasiswa yang nantinya akan dibutuhkan untuk terjun ke dunia nyata (masyarakat) setelah wisuda,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (17/2).
Baca Juga: Lustrum XI Fapet Unsoed Terus Berinovasi untuk Kemajuan Peternakan Indonesia
Program tersebut telah selesai dilaksanakan sejak bulan Februari 2020 sampai Februari 2021 untuk 13 mahasiswa. Mereka melakukan kegiatan magang industri peternakan di Hokkaido, Jepang. Masih menurut AB Susanto, para mahasiswa mendapatkan hal-hal yang baru selama 12 bulan di Hokkaido. Hal ini disebabkan kegiatan industri perternakan di Hokkaido Jepang tergolong modern. Persyaratan untuk mengikuti program KMMB di Jepang ini yakni mahasiswa harus menguasai bahasa Jepang sebagai sarana komunikasi pada level N3.
“Suatu hal yang sangat menyenangkan bagi para mahasiswa adalah selama magang industri di peternakan Jepang, mereka mendapatkan bonus dalam bentuk uang saku yang lumayan dan bisa digunakan untuk melunasi SPP hingga wisuda nanti. Sedangkan untuk keberangkatan mereka hanya bermodalkan paspor saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt.,MP selaku Dekan Fakultas Peternakan Unsoed memberikan pesan kepada ketiga belas mahasiswa yang baru saja sampai ke tanah air agar dapat memetik pengalaman yang berharga dan menerapkan dalam kehidupan masing-masing saat bekerja nanti.
“Mereka yang saat ini sedang karantina di Jakarta saya harapkan bisa segera bergabung kembali ke Unsoed untuk menyelesaikan tugas akademik. Tak lupa ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan ini, baik selama pembekalan bahasa Jepang maupun proses keberangkatan hingga pelaksanaan program magang industri di Jepang,” katanya.