POULTRYINDONESIA, Jakarta — Seiring dengan keberhasilan ekspor 545 ton produk unggas dan turunannya ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste, pelaku usaha perunggasan nasional mengakui kelancaran ekspor ini tidak terlepas dari percepatan layanan sertifikasi veteriner yang kini bisa selesai dalam satu hari.
Direktur Charoen Pokphand Jaya Farm, Jusi Jusran, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian, terutama Ditjen PKH yang mengakomodasi kemudahan ekspor tersebut. kemudahan tersebut bukan sekadar kebijakan di atas kertas, tetapi telah dirasakan langsung di lapangan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pertanian khususnya Ditjen PKH. Dibutuhkan banyak persyaratan teknis untuk ekspor, dan tanpa dukungan teknis dari pemerintah, kita tidak akan mungkin bisa ekspor. Lalu, Ditjen PKH juga bisa menerbitkan sertifikat veteriner satu hari proses dan itu sudah dibuktikan oleh kami yang mulai ekspor tiap hari,” ujarnya setelah seremonial pelepasan ekspor di Kantor Kementan, Selasa (3/3).
Ia menjelaskan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk melalui PT Gizindo Sejahtera pada Selasa (3/3/3026) mengirim dua kontainer ukuran 40 feet berisi total sekitar 650 ribu butir telur atau setara kurang lebih 41 ton ke Singapura. Ekspor telur tersebut telah berjalan sejak pertengahan 2023, namun baru kali ini dapat dilakukan setiap hari pada Maret 2026.
Menurutnya, skema ekspor harian memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibanding pengiriman bulanan. “Kalau ekspor sebulan sekali sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi kalau setiap hari, seluruh proses perizinan harus diurus setiap hari. Di situlah dukungan Kementan sangat menentukan,” terangnya.
Hal senada disampaikan Direktur PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya yang mengirimkan 6 ton fillet ayam ready-to-eat ke Singapura dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Ia menilai Kementan memberikan dukungan yang sangat baik, terutama karena proses perizinan ekspor kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hari sehingga memudahkan perusahaan dalam menjalankan pengiriman ke luar negeri.
Rachmat juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Mentan untuk mendorong pengembangan produk olahan berorientasi ekspor. “Seperti yang Pak Menteri sampaikan, Indonesia harus menjadi lumbung pangan, tidak hanya dalam negeri, tetapi juga secara global,” ucapnya.
Dari sisi produk olahan, General Manager Operation PT Malindo Food Delight, Joni Mudika, menyebut perusahaannya telah mengekspor sosis, nugget, dan karage ke Jepang, serta menjangkau Singapura dan negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Oman, dan Qatar. Selanjutnya, Malindo menargetkan perluasan pasar ke negara-negara Asia, termasuk Arab Saudi.
“Kementan sangat membantu dan memfasilitasi sehingga semua ekspor kami berjalan lancar. Mereka mendampingi mulai dari pemeriksaan, audit, hingga memastikan produk sesuai ketentuan negara tujuan,” katanya.
Direktur PT Taat Indah Bersinar (TIB), Tjandra Srimulianingsih, juga menilai layanan ekspor saat ini jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. “Pelayanan sangat lancar dan pemerintah mendukung. Prosesnya sekarang lebih cepat,” ujarnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan bahwa setiap produk yang dikirim telah melewati sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai standar internasional. Aspek traceability, biosekuriti, dan keamanan pangan dipastikan terpenuhi agar ekspor dapat berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan kesiapan pemerintah mendukung perusahaan, terutama terkait legalitas ekspor. Ia juga mendorong ekspor dalam bentuk produk olahan karena dinilai mampu meningkatkan nilai tambah, devisa, dan penyerapan tenaga kerja.
“Kalau ekspor dalam bentuk ayam hidup, anggap harganya Rp30.000 per kilogram. Kalau barang jadi, harganya bisa dua kali lipat. Insyaallah pemerintah mendukung, terutama legalitas apa saja yang perusahaan inginkan yang berhubungan dengan ekspor,” pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia