Potong pita dalam seremonial acara pelepasan ekspor perdana Malindo ke Oman dan ekspor lanjutan ke Singapura
POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Malindo Food Delight, member dari PT Malindo Feedmill Tbk, kembali menegaskan eksistensinya di kancah internasional dengan melakukan ekspor perdana makanan olahan ke Oman, serta ekspor lanjutan ke Singapura. Adapun produk yang diekspor berupa chicken nugget dan karaage dengan merek dagang Sunny Gold dan Ciki Wiki.
Direktur PT Malindo Feedmill Tbk, Rewin Hanrahan, menyampaikan bahwa Malindo mengekspor 1 kontainer ke masing-masing negara, dengan total volume sekitar 6 ton per kontainer. Nilai ekspor makanan olahan ke kedua negara tersebut mencapai hampir US$ 60 ribu.
Baca juga : Malindo Feedmill Gelar Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Banyumas
“Untuk tahap awal, kami mengekpor 1 kontainer ke Oman, atau dengan volume 6 ton dengan nilai sekitar US$ 30 ribu. Sedangkan ke Singapura juga serupa, dengan nilai yang sama. Untuk Singapura, ini merupakan pengiriman yang ke-11 kalinya,” ujar Rewin dalam acara pelepasan ekspor yang dilaksanakan di pabrik PT Malindo Food Delight, Cikarang, Kamis (17/4/2025).
Lebih lanjut, Rewin menjelaskan bahwa selain makanan olahan, pihaknya juga telah mengekspor karkas ayam ke Singapura. Bahkan, sejak tahun 2020, Malindo telah melakukan ekspor produk makanan olahan Sunny Gold ke Jepang. “Untuk tahun 2025, Malindo sudah mengekspor lima sampai enam kontainer atau dengan volume sekitar 30 ton produk makanan olahan ke sejumlah negara,” imbuhnya.
Rewin juga mengungkapkan bahwa ekspor perdana ke Oman bukanlah hal yang mudah. Persiapan ekspor tersebut telah dilakukan selama hampir satu tahun, dan melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah.
“Kami sudah mempersiapkan ini hampir satu tahun. Kami bekerja sama dengan tim buyer, Lulu group sebagai distributor dan juga mendapat dukungan dari pemerintah serta semua pihak terkait. Akhirnya hari ini, kami berhasil menembus pasar Timur Tengah, dimulai dengan ekspor ke Oman,” tuturnya.
Ia menilai capaian ini sebagai momentum luar biasa, mengingat produk dalam negeri kini bisa bersaing di pasar global di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Rewin juga menyoroti besarnya potensi pasar Timur Tengah yang harus dimaksimalkan.
“Setelah Oman, dalam waktu dekat, sekitar satu hingga dua bulan ke depan, kami menargetkan ekspor ke Uni Emirat Arab. Kemudian dengan bantuan pemerintah, kami juga akan membidik pasar Arab Saudi,” pungkas Rewin.
Baca juga : Catatkan Kinerja Positif, Malindo Fokus pada Core Business dan Tingkatkan Efisiensi
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, memberikan apresiasi atas keberhasilan Malindo yang berhasil menembus pasar ekspor makanan olahan ke Oman, serta melanjutkan ekspor ke Singapura. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk perunggasan Indonesia mampu bersaing di perdagangan global.
“Ini adalah prestasi yang patut dibanggakan. Di saat banyak negara mengalami kekurangan telur dan daging ayam yang menyebabkan harga melonjak, Indonesia justru mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri dan bahkan mengalami surplus, sehingga produknya sangat melimpah. Untuk itu, kita terus berupaya mendorong ekspor produk unggas kita ke berbagai negara, termasuk negara-negara Timur Tengah, disamping ke berbagai negara yang telah berhasil kita tembus pasarnya seperti Singapura, Jepang, dan Timor Leste dan lainnya,”
Dirinya berharap, semoga langkah Malindo ini bisa diikuti oleh perusahaan perunggasan lainnya, agar dapat meningkatkan serapan terhadap produk unggas yang saat ini sudah surplus. Selain itu, Agung menyampaikan bahwa negara tujuan ekspor berikutnya yang menjadi fokus adalah Arab Saudi, mengingat tingginya jumlah jamaah haji dan umrah asal Indonesia.
“Apalagi produk unggas kita sudah diterima di Jepang dan Singapura yang memiliki standar kesehatan produk yang luar biasa. Ini bisa menjadi portofolio yang kuat untuk menargetkan berbagai negara lain. Jadi sebetulnya tinggal lobi antar bisnis (business to business) dan antar pemerintah (government to government), setelah itu saya yakin produk unggas Indonesia bisa masuk ke seluruh negara di Timur Tengah,” jelas Agung. Dirinya berharap keberhasilan Malindo ini bisa menjadi momentum untuk membuka lebih banyak peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan global, khususnya di sektor perunggasan.