POULTRYINDONESIA, JAKARTA – PT Malindo Food Delight, anak usaha PT Malindo Feedmill Tbk, kembali menorehkan prestasi di pasar global dengan melakukan ekspor perdana produk olahan ayam ke Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, perusahaan juga melanjutkan ekspor ke Singapura, Jepang, dan Oman dengan total volume mencapai 40 ton dan nilai ekspor sebesar US$ 149.000 pada Juli 2025 ini.
“Di bulan Juli ini, kami mencatatkan pengiriman ke empat negara, yaitu Jepang, Singapura, Oman, dan Uni Emirat Arab. Target kami hingga Desember adalah mengekspor sekitar 14 kontainer dengan nilai ekspor mencapai US$ 373.000,” ujar Direktur PT Malindo Food Delight, Rewin Hanrahan.
Rewin menyebutkan, produk yang diekspor mencakup berbagai merek seperti Sunny Gold, Ciki Wiki, Shohib, dan Lulu, yang seluruhnya merupakan produk olahan ayam. Ia mengungkapkan bahwa beberapa negara tujuan meminta formula khusus yang disesuaikan dengan preferensi pasar mereka.
“Seperti ke Singapura, kami mengirim satu kontainer dengan pesanan khusus. Brand Lulu dan Shohib juga merupakan permintaan khusus dari UEA. Ini bagian dari strategi kami untuk menyesuaikan produk dengan selera pasar ekspor,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rewin menambahkan bahwa ekspor perdana ke Oman telah dilakukan pada April lalu. Kini, adanya pemesanan ulang (repeat order) dari Oman dan negara lainnya menandakan penerimaan positif terhadap produk Malindo.
“Kepercayaan pasar global ini menunjukkan bahwa produk kami telah memenuhi standar internasional. Semua proses produksi kami menggunakan mesin berteknologi tinggi, dengan standar higienitas yang ketat, bebas AI, serta bersertifikat ISO, Halal, dan NKV,” jelasnya.
Rewin juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), atas dukungan dalam memfasilitasi ekspor produk pangan olahan unggas.
Presiden Direktur PT Yas Exports International dari Lulu Group, Shihab Yousaf, turut menyatakan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari ekspor produk Malindo ke pasar Timur Tengah.
“Saya merasa sangat bangga mengumumkan bahwa Lulu Group telah mengekspor produk olahan ayam asal Indonesia ke pasar Timur Tengah. Responnya sangat positif, terbukti dengan adanya repeat order dari Oman dan ekspor perdana ke Uni Emirat Arab. Ini kehormatan besar bagi kami,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Lulu Group aktif mendistribusikan beragam produk Indonesia ke berbagai negara, termasuk Timur Tengah dan India. “Kami mengekspor makanan, sayuran, FMCG, pakaian, hingga peralatan rumah tangga,” tambah Shihab.
Mengenai ekspansi ke Arab Saudi, ia mengungkapkan optimismenya terhadap potensi produk Indonesia. “Kami telah informasikan kepada tim Lulu di Arab Saudi untuk mendukung investasi produk Malindo di sana. Akses untuk produk multi-heat dan telur dari Indonesia kini sudah dibuka. Kami berharap dalam waktu dekat ekspor ke Saudi dapat terealisasi,” tuturnya.
Dukungan terhadap keberhasilan ekspor ini juga datang dari Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, yang mengapresiasi pencapaian ekspor perdana ke UEA, serta lanjutan ekspor ke Singapura, Jepang dan Oman. Hal ini menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia. Dan hal ini menjadi pekerjaan kolaborasi, baik di sektor hulu hingga hilir, termasuk tim marketing dan mitra bisnis serta pemerintah.
“Dan perlu kami sampaikan bahwa Malindo ini telah ditetapkan menjadi once checked, cleared karantina. Artinya barang yang akan diekspor bisa diperiksa ditempat ini tanpa perlu diperiksa lagi di Pelabuhan. Saya kira hal ini menjadi keunggulan juga bagi Malindo, dalam rangka kelancaran arus barang,” tambahnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa ekspor produk olahan ini menjadi bukti bahwa industri pangan olahan Indonesia memiliki daya saing di pasar global. Dirinya juga turut mengapresiasi prestasi Malindo melalui pencapaian kinerja ekspor.
“Ini menunjukkan bahwa Malindo beserta mitra terus menjalin kerja sama dan tahun ini sudah kedua kali. Karena sebelumnya di Bulan April juga melepas ekspor ke Oman, kemudian Jepang dan Singapura yang sekarang juga sama ditambah membuka lagi pasar baru di Uni Emirat Arab,” katanya.
Selain itu, Agung juga mendorong Malindo untuk terus membuka ekspor ke sejumlah negara tujuan lain, termasuk ke Saudi Arabia. “Saya tunggu undangan berikutnya untuk ekspor produk ayam olahan kita ke Saudi Arabia setiap tahun. Setiap tahun, ada tidak kurang dari 221 ribu jamaah haji dari Indonesia. Kalau bisa disuplai dengan produk olahan ayam Malindo, itu luar biasa,” ujarnya.
Ia menekankan, upaya ekspor ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam mendorong hilirisasi sektor peternakan. Transformasi dari komoditas mentah menjadi produk olahan dinilai penting dalam meningkatkan nilai tambah, mendongkrak kesejahteraan peternak, sekaligus menjaga stabilitas pasar unggas nasional.
“Saya mengajak tidak hanya PT Malindo, tetapi juga perusahaan integrator besar lainnya untuk ikut mendorong ekspor produk olahan unggas. Ini sekaligus juga menjadi langkah penting untuk mengurai persoalan pasar perunggasan dan menyeimbangkan supply demand nasional,” pungkasnya.