Pada tahun 2021, PT Malindo berhasil meningkatkan penjualan bersih sebesar 30,4% dibandingkan dengan tahun 2020.
Pada tahun 2021, PT Malindo berhasil meningkatkan penjualan bersih sebesar 30,4% dibandingkan dengan tahun 2020.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Malindo Feedmil Tbk (Malindo) menggelar Public Expose Tahun 2022 secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (29/6). Sesi Public Expose, yang diperuntukkan bagi media ini, dipimpin oleh Rudy Hartono Husin, selaku Finance Director PT Malindo Feedmill TBK, dan Rewin Hanrahan, selaku Direktur PT Malindo Food Delight.
Pada tahun 2021, PT Malindo berhasil meningkatkan penjualan bersih sebesar 30,4% dibandingkan dengan tahun 2020. Dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Rudy menyampaikan bahwa pertumbuhan Malindo sudah berjalan dengan baik dan menargetkan kenaikan sebanyak 2 digit ke depannya.
“Pendapatan tahun ini (2022), tetap kami targetkan adanya pertumbuhan sebanyak dua digit, sekitar 10 hingga 15%. Semoga pandemi Covid-19 benar-benar sudah selesai. Dampak pemulihan ekonomi Indonesia saat ini masih terus berjalan. Mudah-mudahan kedepannya segera pulih seiring dengan perbaikan ekonomi Indonesia,” harapnya.
Baca Juga: Daging Kurban dari Hewan Terinfeksi PMK Tetap Bisa Dikonsumsi
Sementara itu Rewin mengakui bahwa dengan adanya lini bisnis baru dari Malindo, yakni restoran Sunny Chick, bahwa belum bisa berperan besar terhadap pendapatan usaha dari perusahaan ayam terintegrasi ini. Kendati demikian, dirinya menambahkan bahwa adanya usaha restoran dan juga processing food ini, diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal untuk Malindo.
“Saat ini, kami sudah memiliki 28 outlet di Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya. Harapannya akan ekspansi kedepannya di Jabodetabek dan beberapa kota besar di Pulau Jawa,” terang Rewin.
Dirinya melanjutkan bahwa investasi Malindo untuk bisnis restoran Sunny Chick pada tahun ini berkisar antara 15 hingga 20 milyar rupiah guna mendukung rencana pembukaan 80 hingga 100 buah outlet barunya.