POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT Malindo Feedmill Tbk melalui program CSRnya telah menyalurkan 464.719 butir telur atau sekitar 29 ton selama tahun 2022. Telur disalurkan untuk masyarakat beresiko stunting, anak-anak sekolah, pondok pesantren, panti asuhan dan masyarakat pra sejahtera di berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan siaran pers dari Malindo pada Senin (3/6), kegiatan CSR telur Malindo sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir di berbagai lokasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan dengan menyasar lokasi yang memang membutuhkan.
“Kami mendistribusikan telur sebagai bagian dari kepedulian kami untuk masyarakat sekitar sekaligus mendukung program pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia,” ujar Rewin Hanrahan, Direktur PT Malindo Feedmill Tbk.
Baca Juga: Meet & Greet CPBSA Batch 4, Peserta Sangat Antusias
Ia juga berharap masyarakat semakin memahami bahwa memberikan asupan protein hewani yang cukup kepada anak-anak dan ibu hamil sudah menjadi keharusan untuk menghasilkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Salah satu pilihan sumber protein hewani dengan harga terjangkau adalah ayam dan telur.
Seperti kita ketahui stunting atau gizi buruk adalah kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama. Umumnya hal ini karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Dampak kekurangan asupan protein pada anak akan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.