Oleh : Melfin Zaenul Asyiqin, S.Pt*

Kompensasi dari manajemen yang tepat pada periode awal pemeliharaan adalah performa produksi yang maksimal di periode berikutnya.

Periode awal kehidupan menjadi fase krusial bagi setiap makhluk hidup. Pada manusia, dikenal seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) yang merupakan masa awal kehidupan saat terbentuknya janin di dalam kandungan (270 hari) hingga dua tahun pertama kehidupan (730 hari) yang biasa disebut dengan golden period. Masa 1000 HPK ini sangatlah penting karena pada masa itu kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak sangat pesat dan riskan, sehingga berdampak terhadap kualitas dan kesehatan generasi pada masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan berbagai asupan nutrisi yang bergizi, beragam, seimbang, pencegahan penyakit dan imunisasi, deteksi dan stimulasi tumbuh kembang serta faktor pendukung lain untuk memaksimalkan masa krusial ini.

Setali tiga uang, periode awal kehidupan pada pemeliharaan broiler juga menjadi sebuah hal yang amat krusial. Periode awal pemeliharaan atau biasa dikenal dengan periode brooding merupakan masa-masa awal day old chick (DOC) melakukan adaptasi terhadap lingkungannya, sehingga sangat penting bagi peternak untuk memperhatikan manajemen pemeliharaan pada fase ini. Periode brooding juga merupakan awal mula terjadinya proses pembentukan kekebalan tubuh, dan masa awal pertumbuhan semua organ tubuh. Jika dalam periode brooding ayam merasa kurang nyaman atau lingkungan yang tercipta tidak sesuai dengan kondisi ideal tubuh ayam, maka resiko gangguan produksi pada fase berikutnya akan tinggi.

Secara sederhana, periode brooding adalah rentang waktu tertentu di awal pemeliharaan broiler, mulai dari DOC sampai umur umur 14 hari atau hingga lepas pemanas. Periode ini bertujuan untuk memberikan kondisi lingkungan yang nyaman sesuai dengan kebutuhan anak ayam, sehingga dapat menunjang pertumbuhan secara optimal. Baik tidaknya performa ayam di fase selanjutnya sering kali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di fase brooding.

Cukup beralasan apabila fase brooding seringkali dianggap sebagai dasar awal bagi kehidupan dan tingkat performa produksi broiler untuk fase berikutnya. Pasalnya pada periode ini, anak ayam akan mengalami proses perbanyakan sel (hyperplasia) yang dilanjutkan dengan proses perkembangan sel (hipertrofi) yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat pada beberapa organ penting. Selain itu juga terjadi proses pematangan sistem termoregulasi dan imunologi hingga pertumbuhan dan diferensiasi saluran pencernaan ayam.

Seperti yang telah disampaikan, pada periode ini  terjadi pertumbuhan berbagai organ dalam yang berperan penting dalam pencernaan makanan seperti usus, hati, pankreas, juga bursa fabricius. Hal ini berkorelasi langsung dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh peternak, karena semakin bagus pertumbuhan dan perkembangan organ pencernaan, maka semakin bagus pula konversi pakan menjadi karkas dari ayam tersebut. Organ lainnya yang juga penting dalam periode ini adalah pertumbuhan dan perkembangan dari skeletal system atau organ kerangka dari ayam itu sendiri. Organ kerangka berperan penting dalam kekuatan kaki untuk menjangkau pakan dan minum.

Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada majalah Poultry Indonesia edisi Juli 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com