Penerapan prinsip kesejahteraan hewan harus dilakukan dengan baik sala satunya pada transportasi unggas (Sumber gambar: https://www.wattagnet.com/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam manajemen rantai pasok perunggasan, terutama dalam transportasi ayam hidup selam masa pandemi COVID-19, penerapan prinsip kesejahteraan hewan harus dilakukan dengan baik, karena hal itu sangat berpengaruh terhadap nilai keuntungan yang diperoleh dalam usaha perunggasan.
Hal itu disampaikan oleh Sudarno, General Manager Logistic PT Sierad Produce dalam Online Training Bertema Logistik Perunggasan pada 9-10 Juni 2020 lalu. Acara yang diselenggarakan oleh Forum Logistik Perunggasan Indonesia (FLPI) dan Fakultas Peternakan IPB tersebut berlangsung selama dua hari, dengan menghadirkan pula narasumber penting lain, yakni Dr Rudi Afnan, S.Pt., M.Sc, Staf Pengajar Fakultas Peternakan IPB.
Sudarno memaparkan, dengan kondisi lapangan yang dihadapi setiap hari, maka perlakuan ayam hidup selama proses transportasi harus menerapkan lima prinsip kebebasan dalam animal welfare (kesejahteraan hewan).
Baca Juga: Pengemasan dan Transportasi Merupakan Hal Terpenting dalam Pemasaran
Kelima prinsip itu yakni bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit, bebas dari mengekspresikan perilaku normal, dan beas dari stres dan tertekan.
Ia juga memaparkan tentang perusahan tempatnya beraktivitas, yakni Sierad Produce yang telah menerapakan halal blockchain. Catatan transaksi digital berdasarkan strukturnya, dihubungkan berama dalam satu daftar yang disebut chain. Dengan cara seperti itu, diharapkan bisa memberi jaminan kepada pelanggannya mengenai aktivitas pemotongan ayam yang telah memenuhi standar halal.
“Hal itu dilakukan karena melihat kecenderungan yang terjadi saat ini yakni masyarakat yang makin sadar akan kesehatan dan transparansi dari proses produksi makanan,” pungkasnya.