POULTRYINDONESIA, Jakarta – Cemaran mikotoksin dalam pakan dapat membahayakan kesehatan ternak. Hal ini secara langsung akan berdampak pada penurunan performa produksi. Melihat hal tersebut, Olmix Indonesia menggelar webinar dengan tema “Mycotoxin Risk Management in Poultry” secara daring, melalui aplikasi Zoom, Rabu (9/3).
Baca juga :Strategi Antisipasi Musim Penghujan
Dalam sambutan pembukanya, drh Yuana Saputra, sebagai Olmix Indonesia Territory Manager menjelaskan bahwa fakta dilapangan menunjukan bahwa telah ditemukan berbagai jenis mikotoksin dalam raw material. Dimana dari berbagai hasil analisa, umumnya telah mengontaminasi secara bersamaan atau biasa dikenal dengan polikontaminasi.
“Walaupun level kontaminasi rendah, namun apabila terekspos dalam waktu yang lama, maka dapat menyebabkan imunosupresi dan juga berdampak pada performa yang tidak optimal pada peternakan kita. Untuk itu sejak 20 tahun yang lalu, kami telah mendedikasikan diri dalam pengembangan produk untuk penanganan mikotoksin di lapangan,” jelasnya.
Dirinya menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengembangkan beberapa platform yang memungkinkan peternak untuk dapat melakukan mitigasi di kandang yang dapat diakses melalui website dan aplikasi yang telah dikembangkan.
Sementara itu Drs. Med Tony Unandar M.Sc, Private Poultry Farm Consultant menyampaikan bahwa mikotoksin merupakan hasil metabolik sekunder dari jamur yang dapat menurunkan penurunan produksi pada ayam. Menurut Tony, satu jenis biji-bijian dapat ditumbuhi lebih dari 1 jenis jamur, sehingga satu bahan baku dapat terkontaminasi lebih dari 1 jenis mikotoksin.
“Selain ketika penyimpanan, mikotoksin juga dapat mengontaminasi seiring biji sedang tumbuh dilapangan. Hal inilah yang menjadi problem. Karena jenis kontaminasi mikotoksin ini tidak dapat diuji secara mudah di laboratorium,” terangnya.
Tony melanjutkan bahwa manifestasi keracunan tidak hanya tergantung pada levelnya, namun juga dipengaruhi dengan efek akumulatif.
“Walaupun didalam pakan kita level kontaminasinya rendah, namun karena adanya efek kumulatif, maka ayam akan menunjukan tanda keracunan pada umur tertentu. Ayam akan menunjukan kendala sub kronis hingga kronis,” ucap Tony
Dalam kesempatan yang sama, Margriet Faber, For Feed Product Specialist, Olmix France menjelaskan bahwa terdapat 3 cara utama untuk mengatasi mikotoksin, yaitu dengan metode adsorbsi, health support dan bio transformasi.
“Namun sejauh ini metode adsorbsi atau membuang mikotoksin lebih efektif dibandingkan 2 metode lain,” jelasnya.