Telur yang diletakkan di lantai memiliki risiko kontaminasi yang lebih tinggi, tingkat penetasan yang lebih rendah, dan kualitas anak ayam yang buruk. Setelah ayam mulai bertelur di lantai, sangat sulit untuk membuatnya kembali ke sarang, sehingga pencegahan menjadi komponen kunci dalam program pengelolaan telur di lantai. Pencegahan yang efektif berfokus pada melatih ayam untuk menggunakan sarang, memastikan lingkungan mendukung sarang, dan menghilangkan tempat sarang alternatif. Meskipun nol telur di lantai ideal, target realistis adalah 2–3% dari total produksi telur, dengan tingkat di bawah 2% pada puncak produksi. Telur di lantai umumnya lebih tinggi pada awal produksi dan seharusnya berkurang saat mencapai puncak produksi.
Mulai sejak awal pemeliharaan.
                Jika memungkinkan, gunakan sistem pakan dan minum yang sama selama pemeliharaan dan bertelur. Letakkan sistem minum di area slat agar ayam terbiasa melompat ke slat untuk minum. Perkenalkan tiang atau platform mulai hari ke-28 untuk membiasakan ayam bertengger. Gunakan intensitas cahaya minimum 10 lux (atau minimum yang diatur secara lokal) untuk menjaga ayam tetap aktif. Jangan gunakan kabel listrik pada sistem pakan dan minum, karena hal ini akan menghambat ayam untuk bertengger.
Sarang dan perilaku bersarang
                Sarang memerlukan pintu masuk yang kokoh, dasar yang solid, dan terpasang dengan aman. Lubang masuk harus cukup besar agar ayam dapat masuk, berputar, dan keluar dengan mudah. Bilah lantai tidak boleh lebih tinggi dari 30 cm, dengan kemiringan kurang dari 5%. Untuk sarang manual, rel bawah tidak boleh lebih dari 55 cm dari lantai dan harus setidaknya 10 cm lebih lebar dari rel atas.
                Setelah ayam dipindahkan ke peternakan bertelur, tutup sarang hingga ayam secara aktif mencari lokasi bersarang. Sarang harus menarik bagi ayam, jadi perhatikan kebersihan alas atau serbuk kayu. Tutup sarang pada malam hari untuk mencegah ayam bertelur di dalamnya. Jika jumlah telur di lantai tinggi, sarang dapat dibuka 2-4 jam sebelum lampu dinyalakan. Izinkan 3-4 ayam per lubang sarang manual dan tidak lebih dari 40 ayam per meter linier di sarang koloni.
                Pada awal bertelur, berkeliling kandang untuk mendorong ayam meninggalkan area garukan dan berpindah ke papan. Lakukan pemeriksaan kandang 10–12 kali sehari selama tiga minggu pertama produksi, setelah itu pemeriksaan dapat dikurangi menjadi 6 kali sehari. Ayam yang terlihat akan bertelur di lantai harus diangkat dengan lembut dan ditempatkan di sarang. Segera kumpulkan telur di lantai, karena hal ini dapat dengan cepat membuat ayam mengasosiasikan lantai sebagai lokasi bertelur yang normal, perilaku yang sulit diubah. Telur di lantai tidak boleh dicampur dengan telur di sarang. Jalankan sarang mekanis beberapa kali sehari, bahkan sebelum periode bertelur dimulai, untuk membantu ayam terbiasa dengan suaranya.
Pemberian pakan dan pencahayaan
                Sebagian besar telur diletakkan dalam 6 jam setelah lampu dinyalakan, jadi disarankan untuk memberi pakan dalam 30 menit setelah “lampu dinyalakan” atau tunggu 6 jam sebelum memberi pakan. Usahakan untuk mempertahankan waktu pemberian pakan dari fase pemeliharaan hingga fase bertelur. Pastikan untuk mengamati kandang saat pemberian pakan untuk mengidentifikasi ruang pakan yang tidak memadai atau lokasi pakan yang dapat menghalangi akses ke sarang. Setelah pemberian pakan selesai, jika memungkinkan, angkat sistem pakan ke samping.
                Usahakan untuk menjaga distribusi cahaya yang merata di seluruh kandang. Tambahkan lampu, jika diperlukan, di atas bilah, di bawah kotak sarang manual, atau di samping sel pendingin untuk mengurangi atau menghilangkan bayangan atau area gelap, karena hal ini dapat mendorong burung untuk bertelur di sana. Pastikan intensitas cahaya di depan sarang mekanis tidak lebih tinggi daripada di area garukan. Aliran udara tidak boleh diarahkan ke kotak sarang, karena udara dingin atau angin di tingkat sarang dapat menghambat penggunaan sarang. Distribusi burung yang buruk, disebabkan oleh ventilasi yang tidak merata di kandang, dapat menyebabkan ketidakseimbangan jumlah burung per sarang di suatu lokasi.
                Jauhkan pemakan jantan dari area sarang, jika memungkinkan, untuk mencegah pembatasan akses ke sarang. Jumlah jantan yang tinggi, atau jantan yang lebih matang secara seksual daripada betina, dapat menyebabkan perkawinan berlebihan, mendorong betina untuk bersembunyi di sarang, mengurangi ruang sarang yang tersedia. Burung yang memiliki mobilitas buruk, sakit, atau stres panas kurang aktif dan kurang mungkin bergerak ke papan sarang dan masuk ke sarang untuk bertelur.
                Pendekatan holistik untuk mencegah telur di lantai, dimulai sejak awal pemeliharaan, dan mendorong ayam betina untuk masuk dan menggunakan sarang sepanjang periode bertelur, adalah kunci untuk meminimalkan telur yang diletakkan di tempat lain. Pelaksanaan strategi ini secara efektif mendukung produksi telur yang bersih, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan anak ayam di hatchery.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Info Centre di www.aviagen.com atau pindai kode QR.