Daging ayam sebagai bagian diet olahragawan
Oleh : Andang S Indartono, S.Pt & Kurnia D Juliani, S.Gz
Selama melakukan proses latihan, seorang olahragawan acap mengalami stres latihan yang dapat membuat mereka mengalami luka dan atau penyakit terulang. Apabila kondisi stres latihan ini tidak segera ditangani maka tidak mustahil jika performanya justru menurun. Penanganan kondisi stres yang dialami oleh para olahragawan selama latihan ini salah stunya dengan pengaturan diet.

Performa seorang olahragawan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Daya tahan tubuh, kekuatan otot dan tingkat kecepatan merupakan beberapa aspek penilaian prestasi di beberapa bidang olahraga.  Cukupnya zat gizi pada seorang olahragawan sangat penting diperhatikan untuk menunjang daya tahan, kekuatan dan kecepatan selama beraktivitas. Daging ayam, sebagai salah satu protein hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dinilai memiliki nilai yang cukup baik untuk membantu daya tahan tubuh para olahargawan.

Pengaturan diet olahragawan yang baik mampu mendukung latihan olahragawan yang optimal. Pengaturan diet meliputi perbaikan status gizi, pemeliharaan status gizi, pengaturan gizi sebelum latihan, saat latihan dan pasca latihan. National Eating Disorders Collaboration pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa saat latihan, seorang olahragawan rentan mengalami pola makan yang kurang tepat. Pola makan itu dapat berupa pembatasan makanan secara ekstrem sampai berpuasa dalam waktu yang lama, tidak melakukan makan besar, sengaja merangsang diri untuk mengeluarkan makanannya dengan cara dimuntahkan, serta mengonsumsi obat pencahar untuk mengeluarkan kembali makanan yang telah dimakannya.
Baca Juga : Daging Ayam untuk Menjaga Pertumbuhan dan Kesehatan
Banyak sekali penelitian yang mengungkapkan pengaturan diet yang baik bagi para olahragawan. Salah satu isi dari pengaturan diet yang baik yakni adanya protein dalam diet mereka. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa protein dalam diet para olahragawan berkaitan dengan performa daya tahannya. Jurnal Ilmu Keolahragaan yang ditulis oleh Novita Sari Harahap (2014) mengungkapkan bahwa protein dapat menopang kekuatan tulang, mendukung kekuatan imunitas selama latihan serta meningkatkan performa aerobik atau daya tahan.
Daya tahan dapat dibedakan menjadi dua, yakni daya tahan otot serta daya tahan/imunitas selama latihan. Daya tahan otot diartikan sebagai kemampuan otot untuk mempertahankan aktivitas otot lokal dengan jumlah ulangan yang banyak. Olahragawan dengan daya tahan otot yang baik mampu melawan kelelahan serta mampu melakukan pengulangan yang banyak disertai dengan pemulihan yang cepat. Daya tahan umum diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan intensitas sedang pada sebagian besar otot tubuh untuk periode waktu yang lama. Koordinator Program Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI) dan Ahli gizi, anggota Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2019 dengan judul “Manfaat Konsumsi Daging Ayam untuk Olahragawan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153