Kegiatan magang sangat positif dan dapat digunakan sebagai wahana untuk menyiapkan pondasi bagi para sarjana peternakan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Adanya program magang yang diselenggarakan oleh ISPI sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta. Contohnya adalah peserta program magang yang ditempatkan di PT Nutricell Pacific yakni Aris Nurtumitah dan Ismah Ulfiyah Azis, yang menceritakan tentang keikutsertaan menjadi peserta magang karena melalui program ini dapat menjadi jembatan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya. Mereka ditempatkan untuk mendukung kegiatan proyek di lingkup perusahaan kesehatan hewan.
Saat Poultry Indonesia meninjau ke lokasi magang, Rabu (5/2), Aris memaparkan tentang banyaknya ilmu yang diperoleh, yang kelak dapat menjadi modal penting saat benar-benar telah terjun di dunia kerja. Peserta magang lain, Pipit Erlita Sari dan Ega Anggraini yang ditempatkan di PT Aeon Indonesia di daerah Tangerang, mendapat program magang di bagian ritel penjualan daging dengan tugas utama menerima barang berupa daging yang kemudian dilakukan pemotongan (parting) hingga melaksanakan penataan di rak supermarket, sehingga menarik perhatian konsumen. Hal yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengelola produk yang mudah rusak (perishable) tersebut sehingga dapat terdistribusi ke konsumen dengan kualitas yang tetap terjaga.
Adapun peserta magang yang ditempatkan di perusahaan ekspor dan lembaga asuransi peternakan mendapat pengalaman penting dalam hal animal welfare, control, traceability, dan auditing. Para peserta magang tersebut juga mendapatkan keterampilan dalam melakukan observasi dan identifikasi secara mendalam untuk audit sarana dan prasarana perusahaan peternakan, komunikasi terhadap para palaku usaha peternakan, dan membuat laporan risk assessment.
Baca Juga: Menyiapkan SDM Peternakan Unggul untuk Indonesia Maju
Pada kesempatan terpisah, Direktur Teknik PT Nutricell Pacific, Wira Wisnu Wardani, menyatakan antusiasmenya terhadap program magang tersebut. Wisnu mengatakan, kegiatan magang ini sangat positif karena bisa digunakan sebagai wahana untuk menyiapkan pondasi bagi para sarjana peternakan yang baru, yang kelak akan berkiprah di dunia kerja. Ia juga mengharapkan adanya program magang yang berkelanjutan dalam rangka ikut mengembangkan bisnis di bidang peternakan, mengingat permintaan akan produk-produk peternakan terus meningkat sesuai dengan perbaikan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Indonesia.
Penyiapan sumber daya manusia peternakan yang cerdas, unggul, terampil dan berwawasan jauh ke depan memang harus disiapkan sejak dari sekarang karena tantangan global yang senantiasa berkembang. Hal yang perlu ditekankan adalah, ukuran maju dan suksesnya suatu negara tidak dilihat dari besar-kecilnya wilayahnya, atau banyak dan sedikitnya jumlah penduduk, apalagi melimpahnya sumber daya alam yang ada. Ukuran negara sukses dan maju adalah ketika tingkat kesejahteraan rakyatnya yang bagus dan merata, yang salah satunya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya yang mumpuni.
Generasi muda penerus bangsa yang mumpuni tentu tidak lahir begitu saja, oleh karenanya perlu disiapkan sejak kanak-kanak, dibentuk dengan pendidikan formal, dan diarahkan oleh negara melalui sebuah program pengkaderan jangka panjang dengan suri teladan yang luhur, serta dikembangkan dalam sistem bernegara yang profesional, sesuai dengan kompetensi-kompetensi generasi muda milenial saat ini dan masa depan. PI
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Maret 2020 dengan judul “Menyiapkan SDM Peternakan Unggul untuk Indonesia Maju”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153