Webinar Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
POULTRYINDONESIA, Surabaya – Keberadaan kandungan kolesterol dalam telur seringkali menjadi alasan bagi konsumen untuk menghindari konsumsi telur. Namun, menurut penelitian akhir-akhir ini, keberadaan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) yang berada dalam telur ternyata mampu untuk menurunkan resiko penyakit stroke, jantung dan penyakit lainnya. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh drh. Sheila Marty Yanestria, M.Vet, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dalam webinar secara daring via Zoom dengan tema “Sejuta Manfaat Daging dan Telur Ayam Berbasis Asuh,di Era Digital 4.0” yang diadakan oleh FKH UWKS, Minggu ( 26/12).
Baca juga : Sinergi Integrasi Vertikal dan Horizontal Untuk Perkembangan Peternakan Indonesia
Menurut Sheila dalam penelitian terbaru itu menunjukkan bahwa, dengan mengonsumsi satu telur setiap hari dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. “Telur mengandung kolesterol HDL yang baik, dan membantu membasmi lemak dalam darah. Kadar HDL yang tinggi justru dapat menurunkan risiko stroke, penyakit jantung, dan penyakit lainnya,” tegasnya.
Sheila melanjutkan bahwa dalam satu butir telur besar mengandung 186 miligram kolesterol. Sementara nilai harian yang direkomendasikan untuk kolesterol kurang dari 300 mg. Dengan demikian,memakan satu butir telur terbilang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kolesterol harian.
Menurut Sheila,selain bermanfaat untuk menyumbang asupan kolesterol HDL dalam tubuh konsumen.Telur juga memiliki beragam manfaat bagi tubuh konsumen seperti menguatkan sistem Imun. Sebab,telur mengandung berbagai macam zat gizi yang penting untuk menjaga kesehatan sistem imun. Seperti asam amino sebagai pembentuk kekebalan serta antioksidan, vitamin A, vitamin B12, dan mineral selenium.
Manfaat lain adalah menjaga kesehatan otak. Menurutnya telur mengandung kolin, yaitu zat mirip vitamin B yang penting dalam perkembangan otak selama kehamilan. Pada sel otak manusia, kolin mempercepat pelepasan protein yang diperlukan dalam pembentukan memori dan beberapa fungsi otak lainnya.
“Studi menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan banyak asupan kolin cenderung memiliki kemampuan kognitif dan memori yang lebih baik,” pungkasnya.